Tampilkan postingan dengan label Sapi Perah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sapi Perah. Tampilkan semua postingan

Seri Tips Praktis 11 : Pencatatan Produksi, Penyaringan dan Pengumpulan Susu

Rabu, 20 Januari 2010

Pencatatan Produksi Susu

Mencatat produksi susu harian (pemerahan pagi dan sore) merupakan pekerjaan yang penting. Dari catatan produksi susu dapat diketahui :
a. Kemampuan ternak perah dalam menghasilkan susu
b. Analisa usaha ternak perah

Dalam hal pencatatan produksi susu sebaiknya menggunakan ‘timbangan kilogram’ agar produksi susu dapat diukur dengan lebih akurat.


Penyaringan Susu

Menyaring susu dilaksanakan pada saat memindahkan susu dari ember pemerahan ke dalam milk can. Kain blacu, kain tetra atau kain popok yang berwarna putih, bersih dengan ukuran 60x60 cm dapat digunakan sebagai media untuk menyaring susu. Kotoran akan tertahan pada kain saring tersebut.


Pengumpulan Susu ke TPS

Susu merupakan makanan bergizi tinggi dan media yang sangat mudah untuk pertumbuhan mikroba. Pertumbuhan mikroba dipengaruhi oleh makanan, kelembaban dan suhu. Dalam lingkungan yang baik, mikroba akan berkembang biak secara deret ukur bersamaan dengan bertambahnya waktu.

Mikroba tidak dapat berkembangbiak pada suhu yang rendah. Jika suhu semakin rendah maka pertumbuhan mikroba semakin terhambat. Oleh karena itu susu dan hasil olahannya disimpan pada suhu yang rendah (4-5ºC).

Setelah selesai pemerahan, susu harus segera dibawa ke Tempat Pengumpulan Susu (TPS) atau langsung dimasukkan ke dalam tanki pendingin di KUD / Koperasi Susu. Menunda pekerjaan ini berarti memberi peluang kepada mikroba untuk berkembangbiak sehingga susu menjadi cepat rusak.

INGAT! Susu segar harus dibawa dengan menggunakan milk can atau ember yang bertutup. Jika wadah susu tidak bertutup maka susu akan tercemar, penuh mikroba dan cepat menjadi rusak.

Kandungan dalam susu yang berkualitas tinggi :
- Kadar lemak 4%
- Kadar bahan kering tanpa lemak (SNF) 8%
- Total solid (TS) 12%
- Jumlah mikroba ‹ 1 juta

Sumber : Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat

Read more...

Seri Tips Praktis 10 : Mensucihamakan Puting

Selasa, 19 Januari 2010

Setelah selesai memerah ke empat puting pada satu ekor ternak, puting harus langsung disucihamakan (desinfeksi, disterilkan) dengan menggunakan larutan desinfektan. Pada saat ini lubang puting masih membuka.
Caranya :
- Puting direndam (dipping) di dalam larutan desinfektan selama beberapa detik
- Puting disemprot larutan desinfektan dengan alat semprot (sprayer)

Jika tidak melaksanakan sucihama puting, mikroba dapat masuk ke dalam puting.

Keuntungan melakukan sucihama puting :
- Walaupun lubang atau mulut puting terbuka, mikroba tidak dapat masuk kedalam puting. Dengan kondisi ini, mastitis dapat dihindari.

Jika terlambat melakukan sucihama puting :
- Mikroba yang berada di luar tidak dapat masuk akibat terhalang lapisan desinfektan. Akan tetapi mikroba yang sudah berada di dalam puting akan dapat tumbuh dan berkembang.

Jenis desinfektan yang dianjurkan untuk dipakai adalah Iodine (4%) dan Potasium Iodine (8%).

Sumber : Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat

Read more...

Seri Tips Praktis 09 : Cara Pemerahan Yang Dianjurkan & Tidak Dianjurkan

Kamis, 14 Januari 2010

Cara Yang Dianjurkan

Dianjurkan memerah dengan menggunakan seluruh tangan (Metode Genggam / Full Hand).
Caranya :
- Memerah dengan cara menekan jari satu persatu secara berurutan
- Tiap kali tangan terbuka, rongga puting kembali terisi susu
- Tangan kiri dan tangan kanan memerah susu secara bergantian
- Kuartir depan diperah terlebih dahulu

Keuntungan Metode Full Hand :
- Puting tidak menjadi panjang
- Puting tidak mudah lecet
- Merangsang ambing untuk memproduksi susu lebih banyak
- Tidak perlu menggunakan pelicin sehingga puting lebih mudah disucihamakan dengan desinfektan
- Penularan penyakit dari ternak yang terkena mastitis dapat dihindari

Cara menghabiskan air susu di dalam ambing kanan depan :
- Tangan kanan mengurut ambing. Ibu jari digerakkan ke arah kiri
- Tangan kiri memerah

Cara menghabiskan air susu di dalam ambing kiri depan :
- Tangan kanan mengurut ambing dengan gerakan dari atas ke bawah
- Tangan kiri memerah

Cara mengahabiskan air susu di dalam ambing kanan belakang :
- Tangan kiri mengurut ambing
- Tangan kanan memerah

Cara menghabiskan air susu di dalam ambing kiri belakang :
- Tangan kiri mengurut ambing dengan gerakan dari atas ke bawah
- Tangan kanan memerah


Cara Yang Tidak Dianjurkan

Cara memerah yang kurang baik, misalnya dengan menarik puting, puting tercakar oleh kuku dan lain-lain yang dapat berakibat buruk pada ternak perah antara lain :
- Ternak merasa nyeri atau kesakitan
- Puting menjadi panjang
- Puting sering lecet dan pori-porinya menjadi terbuka sehingga memudahkan tewrjadinya mastitis
- Bila terus menerus menggunakan pelicin, penularan penyakit mudah terjadi
- Sering terjadi kematian puting

Selama pemerahan, sebaiknya ternak tidak diberi makan. Jika ternak terlalu banyak bergerak (tidak tenang), boleh diberi sedikit pakan.

Jangan menggunakan vaselin. Vaselin akan menutupi permukaan puting. Akibatnya larutan desinfektan tidak akan melekat pada saat dipping (celup puting).


Sumber : Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat

Read more...

Seri Tips Praktis 08 : Pemerahan Awal

Rabu, 13 Januari 2010

Pemerahan awal adalah mengeluarkan 3 – 4 pancaran susu dari masing-masing puting dengan tujuan :
- Mengeluarkan air susu yang kotor. Mikroba berkumpul pada susu yang pertama kali diperah.
- Mengetahui adanya perubahan pada susu.
- Merangsang pengeluaran susu.

Strip cup, mangkok atau gelas yang dasarnya berwarna hitam merupakan alat untuk melaksanakan pemerahan awal.

Cara melakukan pemerahan awal :
- Masukkan 3 – 4 pancaran susu dari masing-masing puting ke dalam strip cup.
- Perhatikan keadaan susu : Apakah ada perubahan warna, terbentuk butiran-butiran halus atau penggumpalan (susu pecah).
- Bersihkan strip cup dan pakai kembali untuk memeriksa ternak yang lain
- Susu yang pecah menandakan bahwa ternak tersebut terkena mastitis.

Pastikan susu dipancarkan masuk kedalam strip cup. Jangan membuang susu ke lantai kandang. Pemerahan dimulai dari ternak perah dan ambing yang sehat. Ternak yang terkena mastitis diperah terakhir. Susu yang berasal dari sapi penderita mastitis harus dibuang.

Pada seekor ternak perah, kegiatan membersihkan ambing harus langsung diikiuti dengan kegiatan memerah agar hormon oksitosin bekerja optimal. Jika tidak langsung diikuti dengan pemerahan dalam jangka waktu lebih dari 6 – 7 menit, maka hormon oksitosin yang keluar tidak akan bekerja maksimal.

Sumber : Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat

Read more...

Seri Tips Praktis 07 : Kebersihan Ambing

Ambing dan puting adalah tempat untuk mengeluarkan susu. Tapi pada kenyataannya, ambing dan puting termasuk pada bagian yang paling kotor pada tubuh sapi. Karena pada saat sapi merebahkan diri ambing dan puting akan bersentuhan secara langsung dengan lantai. Maka sebelum proses pemerahan, ambing dan puting harus dibersihkan terlebih dahulu.

Membersihkan ambing dilaksanakan sesaat sebelum memerah. Membersihkan ambing (termasuk membersihkan puting) dengan air hangat bertujuan :
- Ambing dan puting menjadi bersih
- Merangsang pengeluaran susu. Usapan air yang hangat pada ambing akan merangsang sel otak sapi untuk mengeluarkan hormon oksitosin

Alat dan bahan untuk membersihkan ambing :
- Ember berisi air hangat atau larutan desinfektan
- Kain lap bersih, misalnya kain handuk berukuran 50x30 cm (sehelai kain lap untuk satu ekor sapi)
- Ember untuk menyimpan kain lap yang kotor

Sebagai ilustrasi, dengan membersihkan ambing dan puting akan terdapat 1 bakteri pada setiap ml susu segar, sedangkan pada ambing dan puting yang tidak dibersihkan akan terdapat 10 bakteri pada setiap ml susu segar.

Cara membersihkan ambing :
- Celupkan kain lap kedalam air hangat atau larutan desinfektan yang hangat
- Peras kain lap. Air perasan jangan bercucuran ke sembarang tempat
- Bersihkan ambing dan puting dengan kain lap tersebut
- Puting dibersihkan dengan cepat. Puting jangan ditarik kebawah
- Hanya bagian kain lap yang bersih yang digunakan untuk membersihkan puting
- Masukkan kain lap yang kotor ke dalam ember lain. Jangan dicampur dengan kain lap yang bersih atau yang belum dipakai untuk membersihkan ambing dan puting

Bulu ambing yang panjang menyebabkan ambing mudah kotor dan penuh dengan mikroba. Selain itu ambing menjadi sulit atau lama kering. Oleh karena itu bulu ambing yang panjang sebaiknya dicukur.
Sumber : Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat

Read more...

Seri Tips Praktis 06 : Persiapan Pemerahan

Selasa, 12 Januari 2010

Susu sapi adalah produk utama dari usaha peternakan sapi perah. Untuk menghasilkan susu dengan kualitas yang baik ada beberapa hal yang harus diperhatikan, salah satunya adalah ‘Persiapan Pemerah’. Apa saja yang harus disiapkan sebelum anda melakukan pemerahan?

Mempersiapkaan kebersihan diri sebelum memerah :
- Pemerah dalam keadaan sehat
Kesehataan pemerah pun harus diperhatikan. Karena bibit penyakit bisa saja menular pada sapi yang diperah dan dapat mencemari susu hasil pemerahan.
- Kuku harus pendek
Kuku yang panjang dapat menjadi sumber penyakit karena mengandung banyak kotoran dan kuman. Kuku yang panjang dapat melukai ambing dan puting
- Pakaian harus bersih
Pakaian yang kotor memungkinkan susu hasil pemerahan dapat tercemar baik oleh bau dari pakaian maupun kuman yang menempel pada pakaian.
- Mencuci tangan sebelum memerah atau memerah sapi berikutnya
Kebersihan telapak tangan berpengaruh terhadap kebersihan dan kesehatan susu. Tangan yang kotor atau tangan yang tidak dibersihkan mengandung banyak kuman. Ilustrasinya, dengan tangan yang sudah dibersihkan akan ada penambahan 1 bakteri pada setiap ml susu segar sedangkan dengan tangan yang tidak dibersihkan akan ada penambahan 2 bakteri pada setiap ml susu segar.
- Tangan dalam keadaan kering dan bersih pada saat akan memerah
Bakteri sangat mudah menempel pada sesuatu yang basah. Bila tangan pemerah basah, akan sangat mudah digunakan sebagai tempat menempelnya bakteri.

Sumber : Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat

Read more...

Tata Letak dan Ruang Kandang Sapi

Sabtu, 09 Januari 2010

Dalam merancang sistem penanganan pergerakan, yang terpenting untuk diperhatikan adalah tata letak dan tata ruang kandang. Dengan pengaturan posisi ruang yang tepat akan membuat pergerakan sapi menjadi nyaman dan mudah diatur.

Ada beberapa poin penting yang biasa kita abaikan dalam merancang sistem perkandangan. Apa saja poin-poin tersebut?
Ok… mari kita bahas.

Sudut ruang
Ternak sapi biasanya akan merasa menemukan jalan buntu pada saat berhadapan dengan sudut ruang 90º. Sudut ruang yang tajam akan menghambat gerak sapi dan juga bisa mengakibatkan cedera pada sapi, seperti luka memar dan sobek.

Warna dan bayangan
Adanya bayangan atau perbedaan/perubahan warna pada lantai akan menghambat laju pergerakan sapi. Karena akan membuat sapi menjadi ragu-ragu untuk melangkah. Maka bila memungkinkan, kurangi kemungkinan munculnya bayangan dan adanya perubahan warna pada lantai.

Lantai
Lantai yang licin akan sangat membahayakan baik bagi sapi maupun bagi anda sebagai pemelihara. Buatlah permukaan lantai yang mulus tapi tidak licin. Sapi juga kurang menyukai untuk melangkah di tempat yang becek, jadi buatlah lantai dengan kemiringan sekitar 4º dan ada parit diujungnya.

Jalur jalan sapi
Rancang jalur untuk jalan sapi dengan ukuran yang pas dengan lebar tubuh sapi. Bila jalur untuk jalan sapi terlalu lebar maka bisa memberi ruang bagi sapi untuk berputar, akibatnya akan mempersulit kerja anda.

Gerbang
Tempatkan gerbang pada posisi yang mempermudah untuk dilalui pada saat sapi akan lewat. Jangan sampai sapi mengira bahwa gerbang tersebut adalah jalan buntu yang tidak bisa dilewati. Pastikan tidak ada besi atau benda tajam lainnya yang dapat melukai sapi pada saat lewat.

Tempat bongkar muat
Pada ternak sapi potong, akan sering dilakukan aktivitas bongkar muat. Buatlah jalur yang lurus (hindarkan sudut tajam), agar laju sapi lancar. Kemiringan lantai jangan terlalu curam (sekitar 15º) dengan permukaan yang agak kasar sehingga tidak licin. Tempatkan gerbang di beberapa titik untuk mengatur laju sapi.

Suara bising
Usahakan kandang sapi agar jauh dari suara-suara yang bising. Seperti industri yang mengeluarkan suara keras, jalan raya dan lain-lain. Suara yang bising dapat membuat sapi menjadi stress dan tidak terkendali. Untuk sapi perah akan berpengaruh pada menurunnya kuantitas susu yang dihasilkan.

Dengan rancangan kandang yang memperhatikan kenyamanan sapi, akan membantu mempermudah kerja anda sebagai pemelihara. Buatlah kandang sapi sebaik dan senyaman mungkin, agar sapi yang dipelihara pun dapat memberikan hasil yang maksimal.

Read more...

Biaya Produksi dan Rasio Ternak Sapi Perah

Jumat, 08 Januari 2010

Dalam dunia usaha, kita pasti berhubungan dengan angka-angka. Terutama angka yang berpengaruh pada kinerja usaha. Biasanya angka-angka inilah yang bisa membuat anda stress, apalagi kalau banyak angka minus pada laporan keuangan. Wah… pusing!!!

Tapi, mari kita bahas…

Rasio hasil susu:pakan (pendapatan:biaya pakan), BEP, biaya tidak tetap dan biaya tetap adalah beberapa angka yang terus berputar-putar dikepala. Apa sih artinya, bagaimana cara membacanya dan apa yang harus anda lakukan terhadap angka-angka itu? Agar angka-angka itu bisa membantu kinerja peternakan anda menjadi lebih baik, ada syaratnya. Anda harus melakukan pencacatan yang baik.

Rasio hasil susu:pakan biasa digunakan sebagai indikator awal dari laba operasi yang dihitung setiap bulan. Ketika rasio hasil susu:pakan rendah (‹ 2.5), artinya kemungkinan laba yang didapat terbatas/rendah. Ketika rasio tinggi (› 3), artinya operasi menguntungkan.

BEP biasanya berbanding lurus, tinggal hitung semua biaya yang dikeluarkan dalam melakukan suatu kegiatan produksi kemudian hitung diangka berapa harga susu yang sesuai untuk menutupi semua biaya itu. Bila anda merubah tingkat produksi atau biaya pengeluaran, secara langsung akan merubah BEP. BEP selalu berubah mengikuti kondisi proses produksi. Agar usaha ternak sapi anda berjalan dengan baik, maka pendapatan kotor harus lebih besar daripada BEP anda. Kalau tidak… siap-siaplah untuk berhenti memerah sapi.

Biaya tidak tetap adalah biaya yang berubah-ubah menurut aktivitas usaha. Kalau anda mengurangi kapasitas ternak anda, akan didapat pengurangan biaya tidak tetap dari biaya pakan dan upah tenaga kerja yang memelihara sapi. Memotong biaya pakan merupakan penghematan langsung terhadap biaya tidak tetap. Biaya pakan adalah biaya terbesar pada usaha ternak sapi perah. Upah tenaga kerja, listrik dan suply juga termasuk dalam kategori biaya tidak tetap.

Biaya tetap adalah pengeluaran yang harus anda keluarkan dalam rangka menjalankan operasi usaha. Mengupayakan biaya tetap seminimal mungkin merupakan teknik bertahan yang terbaik.

Mengatur biaya merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi peternak. Karena biasanya peternak lebih memilih bekerja dilapangan daripada harus menghitung. Mungkin itu sudah bawaan dasar jiwa peternak. Tapi jangan lupa untuk selalu disiplin dalam membuat pencatatan yang lengkap, perhitungan usaha dan melakukan pemantauan lapangan. Dengan demikian anda akan mampu bertahan, berkembang dan bersaing dengan peternakan sapi perah lainnya. Terutama peternakan luar negeri. Ayo bangkit peternakan sapi perah Indonesia!

Semoga bermanfaat.

Read more...

Sistem Penanganan Ternak. Perlukah?

Kamis, 07 Januari 2010

Terkadang seekor sapi ternak yang jinak pun dapat menjadi hewan yang berbahaya. Terlebih bila anda sedang menangani sapi baru yang belum terbiasa dengan kondisi kandang barunya. Atau bila anda adalah peternak sapi brahman cross hasil import yang tidak pernah kenal dengan kandang. Tentunya akan sangat beresiko. Resiko cedera bagi kedua pihak, manusia dan sapi.

Untuk mengurangi resiko cedera dan menjadikan kerja anda lebih efisien, buatlah sistem penanganan sapi yang baik. Sistem penanganan tersebut harus meliputi keamanan, kesehatan dan kelancaran kerja. Sehingga resiko buruk bagi kedua belah pihak dapat diminimalkan.

Bagaimana cara penanganan ternak agar tidak beresiko besar?
- bagi peternak brahman cross, minimalkan keharusan anda masuk ke dalam kandang untuk melakukan pemeliharaan
- buat alat/ruang yang memisahkan antara anda dan sapi pada saat pemeliharaan
- pastikan anda punya ruang yang cukup untuk melarikan diri
- perlakukan sapi dengan tenang dan lembut
- selalu waspada, waspadalah! :)

Tujuan/keuntungan yang anda dapat dari cara penanganan sapi yang baik adalah :
- Meningkatkan produktivitas
Menangani sapi dengan benar akan mengurangi stress pada sapi sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik. Sediakan peralatan dan perlengkapan yang memadai. Contoh : lantai yang tidak licin dan tidak bersudut tajam, dapat mengurangi kemungkinan cedera seperti patah tulang, memar dan luka sobek yang akan berakibat pada berkurangnya selera makan sapi yang akan berpengaruh juga pada hasil produksi.

- Mengurangi biaya tenaga kerja
Bila anda memiliki fasilitas peralatan dan perlengkapan kerja yang memadai, untuk memelihara sapi dengan jumlah sekitar 10-15 ekor akan dapat anda kerjakan sendiri. Dengan sistem penanganan yang efisien akan memudahkan anda untuk mengatur pergerakan, pemeliharaan dan pemantauan sapi, jadi akan mengurangi tingkat stress pada sapi dan tentunya pada anda juga.

- Meningkatkan keamanan kerja
Sistem penanganan ternak yang baik akan mengurangi resiko anda dari terjangan sapi karena bisa dipastikan bahwa sapi akan bergerak dengan tenang, teratur dan rapi.

- Menjaga kesehatan sapi
Dengan perlakuan yang lembut, pergerakan yang teratur, kemudahan dalam pemeliharaan dan pemantauan, sapi akan terhindar dari resiko cedera serta stress. Maka kesehatan sapi akan terjaga dengan baik dan pada akhirnya dapat memberikan hasil yang memuaskan.

Sekarang terlihat jelas bahwa sistem penanganan ternak yang baik sangat diperlukan. Saya yakin bahwa anda dapat merancangnya sendiri, karena andalah yang paling memahami kondisi kandang sapi anda. Jadi… mulailah pikirkan dan rancang sebuah sistem penanganan yang sesuai dengan kondisi kandang sapi milik anda.  

Semoga bermanfaat.

Read more...

3 Komponen Penting Agar Usaha Sapi Perah Menguntungkan

Rabu, 06 Januari 2010

Dalam penjabaran yang sederhana, kemampulabaan usaha sapi perah dapat diartikan sebagai selisih antara harga susu dengan biaya produksi dikalikan volume produksi susu. Maka harga susu, biaya produksi dan volume produksi susu adalah tiga komponen terpenting dalam usaha sapi perah.

Dengan penjabaran diatas, maka sangatlah penting bagi setiap peternak sapi perah untuk memperhatikan dengan jelas ketiga komponen (harga, biaya dan volume) agar dapat mengoptimalkan usahanya. Pada saat harga susu tinggi, peternak harus dapat memaksimalkan segala kemungkinan yang ada untuk memperbaiki produksi dan meningkatkan pendapatan. Pada saat harga susu rendah, usahakan untuk mengurangi biaya produksi. Dalam hal mengurangi/memotong biaya produksi, peternak harus jeli dalam menentukan komponen mana yang bisa dikurangi tanpa adanya pengaruh yang merugikan bagi sapi dan produksinya untuk jangka panjang.

Jika upaya memotong biaya produksi dapat menyebabkan kerugian jangka panjang, salah satu jalan keluar lainnya adalah memperbaiki kualitas susu. Dengan meningkatkan kualitas susu diharapkan akan didapat harga susu yang tertinggi sehingga dapat menutupi biaya produksi. Dalam meningkatkan kualitas susu pun peternak harus memperhatikan perhitungan biaya dengan teliti, jangan sampai upaya meningkatkan kualitas susu malah membawa pada kerugian yang lebih besar.

Harga Susu
Biasanya harga susu berbanding lurus dengan jumlah bakteria yang terkandung dalam susu. Dengan menjaga kebersihan selama proses dan menurunkan jumlah bakteri terkandung akan dapat mengangkat harga jual susu. Harga tersebut tergantung pada standar penerimaan dan standar kualitas dari perusahaan pengolahan susu.

Biaya Produksi
Besar biaya produksi sangat bervariasi, biasanya dipengaruhi oleh besar peternakan dan tingkat efisiensi kerja. Total biaya produksi terdiri dari biaya operasi dan biaya overhead. Biaya operasi biasanya terdiri dari pakan, pemeliharaan kandang & peralatan, pemasaran, bahan bakar, listrik dan perbaikan. Yang termasuk dalam biaya overhead adalah semua biaya tetap yang harus dikeluarkan.

Volume Susu
Keuntungan sangat dipengaruhi oleh volume susu yang dijual. Bahkan dengan harga susu yang tertinggi pun, keuntungan yang maksimal baru akan didapat bila produksi susu dapat mencapai yang tertinggi yang mungkin untuk diproduksi. Kuncinya adalah mengupayakan agar rataan produksi susu setiap ekor sapi dapat ditingkatkan. Dengan demikian dapat meningkatkan volume penjualan susu.

Untuk dapat mencapai keuntungan yang optimal dari setiap ekor sapi adalah dengan cara mengoptimalkan pemberian pakan yang mengandung nutrisi yang cukup. Cara ini berbeda dengan cara yang biasa dipakai, yaitu ‘ Memaksimalkan Pakan Yang Dimakan Sapi’. Bila hanya menmaksimalkan jumlah pakan yang dimakan tanpa memperhatikan nutrisi yang terkandung pakan, maka pakan tersebut tidak akan memberikan pengaruh yang besar pada sapi dan susu yang dihasilkan. Hanya membuat sapi kenyang.

Agar didapat keuntungan yang maksimal, perhatikan ‘Harga Susu, Biaya Produksi dan Volume Susu’. Bila ketiga hal tersebut diperhatikan dengan baik, maka usaha ternak sapi perah akan berkembang dan menguntungkan.

Semoga bermanfaat.

Read more...

Seri Tips Praktis 05 : Kebersihan Kandang dan Memandikan Sapi

Selasa, 29 Desember 2009

Kebersihan Kandang
Kandang yang kotor sangat merugikan karena :
a. berakibat buruk terutama terhadap kesehatan pemelihara
b. berakibat buruk terhadap kesehatan ternak. Lantai yang kotor, penuh dengan mikroba akan mencemari ambing dan puting sehingga memudahkan terjadinya penyakit radang ambing (mastitis)
c. menurunkan kualitas susu :
- susu tercemar mikroba sehingga cepat rusak atau cepat pecah
- susu menjadi bau karena menyerap bau kandang

Berdasarkan hal di atas maka kebersihan kandang harus selalu dijaga.
Caranya adalah :
- selalu membersihkan tempat makan dan minum
- selalu membersihkan lantai kandang
- memiliki tempat khusus untuk menyimpan atau membuang kotoran kandang

Sebelum, selama dan setelah pemerahan, tidak boleh ada pekerjaan yang menimbulkan debu dan kotoran.

Memandikan Sapi
Mikroba menyukai kondisi lingkungan yang basah/lembab. Pada kandang yang basah/lembab serta tubuh sapi yang masih basah, misalnya selesai dimandikan sapi langsung diperah, akan menyebabkan banyak mikroba. Susu dapat tercemar mikroba sehingga kualitasnya menurun atau menjadi cepat rusak.

Sebaiknya kondisi kandang dan tubuh ternak selalu bersih dan kering.

Sebaiknya ternak dimandikan setelah pemerahan. Jika ternak hendak diperah dan kondisinya kotor, ternak tersebut dapat dimandikan dengan syarat :
a. hanya membersihkan bagian tubuh ternak yang kotor saja.
Caranya :
- hanya bagian tubuh yang kotor yang disiram dengan air
- sikat bagian tubuh yang kotor dari punggung ke perut dan jatuhan bulu-bulu yang lepas
b. ambing tidak ikut dibersihkan, kecuali kondisinya sangat kotor, hal ini untuk mencegah keluarnya hormon oksitosin terlalu dini

sumber : Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat

Read more...

Seri Tips Praktis 04 : Penyediaan Sarana Pemerahan

Sarana yang harus disediakan untuk proses pemerahan terdiri dari :
a. peralatan susu misalnya gelas pemerahan (strip cup), ember dan milk can.
b. kain lap untuk pemerahan. Satu kain lap untuk satu ekor sapi.
c. kain blacu, kain tetra berwarna putih dengan ukuran ± 60x60 cm untuk
menyaring susu.
d. sikat
e. keranjang
f. ember untuk kain lap yang kotor
g. bahan kimia :
- sabun untuk mencuci peralatan pemerahan
- desinfektan untuk suci hama peralatan susu, kain lap dan kain saring

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Peternakan Nomor 17 Tahun 1983, peralatan susu yang digunakan untuk mewadahi, menampung dan mengangkut susu harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. kedap air
b. terbuat dari bahan yang tidak berkarat (baja, stainless steel, aluminium)
c. bagian-bagiannya utuh (tidak mengelupas)
d. tidak bereaksi dengan air susu
e. tidak merubah warna, bau dan rasa susu
f. mudah dibersihkan dan disucihamakan

Agar mudah dibersihkan, sudut-sudut bagian dalam peralatan susu harus melengkung (tidak bersudut lancip) sehingga mudah disikat dan dibersihkan. Sudut-sudut bagian dalam peralatan susu yang lancip akan sulit untuk dibersihkan dengan sikat, sehingga memungkinkan sisa-sisa susu dapat menempel di tempat tersebut. Mikroba pun dapat tumbuh dengan subur sehingga kualitas susu akan menurun. Susu menjadi cepat rusak (cepat pecah).

Drum plastik dan jerigen adalah wadah yang tidak boleh dipakai untuk tempat menyimpan atau mengangkut susu. Bagian dalam drum plastik mudah mengelupas saat dibersihkan dengan sikat. Banyaknya bagian jerigen yang berbentuk lekukan akan menyebabkan kesulitan dalam membersihkannya. Tapi kenyataan dilapangan drum plastik dan jerigen sangat banyak digunakan sebagai wadah susu. Setelah membaca artikel ini, diharapkan penggunaan peralatan yang sulit untuk dibersihkan dapat ditinggalkan.

Menyiapkan peralatan susu dengan urutan langkah sebagai berikut :
1. Membersihkan peralatan susu :
- membersihkan dengan sikt dan sabun / deterjen
- Membilas dengan air bersih
- Membilas dengan air hangat ±40°C atau larutan desinfektan.
2. Mengeringkan peralatan susu :
- peralatan susu diletakkan terbalik pada rak penyimpanan peralatan
- peralatan susu dibiarkan sampai kering (diangin-angin)

Menyiapkan kain lap dan kain saring untuk pemerahan :
1. Menyimpan kain lap dan kain saring yang kotor (setelah pemerahan) di ember
khusus
2. Mencuci kain lap dan saring dengan sabun / deterjen
3. Membilas kain lap dan kain saring dengan air bersih
4. Membilas kain lap dan kain saring dengan air hangat ± 40°C atau larutan
desinfektan konsentrasi aman
5. Menjemur kain lap dan kain saring hingga kering

Sumber : Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat

Read more...

Seri Tips Praktis 03 : Proses Pembentukan Susu

Senin, 28 Desember 2009

Air susu diproduksi oleh kelenjar susu di dalam ambing. Ambing sapi terbagi dua bagian, yaitu ambing kiri dan ambing kanan, selanjutnya masing-masing ambing terbagi dua bagian lagi yaitu kuartir depan dan kuartir belakang. Tiap-tiap kuartir mempunyai satu puting susu.
Kelenjar susu tersusun dari gelembung-gelembung susu sehingga berbentuk seperti setandan buah anggur. Dinding gelembung merupakan sel-sel yang menghasilkan air susu. Bahan pembentuk air susu berasal dari darah.

Air susu mengalir melalui saluran-saluran halus dari gelembung susu ke ruang kisterna dan ruang puting susu. Dalam keadaan normal, lubang puting susu akan tertutup. Lubang puting menjadi terbuka akibat rangsangan syaraf atau tekanan sehingga air susu dari ruang kisterna dapat mengalir keluar. Gerakan menyusui pada pedet, usapan atau basuhan air hangat pada ambing merupakan rangsangan pada otak melalui jaringan syaraf. Selanjutnya otak akan mengeluarkan hormon oksitosin ke dalam darah. Hormon oksitosin menyebabkan otot-otot pada kelenjar susu bergerak dan lubang puting membuka sehingga susu dapat mengalir keluar.

Kejutan atau perubahan yang mendadak akan menyebabkan sapi merasa stress. Akibatnya pengeluaran hormon oksitosin terhambat sehingga berpengaruh pada jumlah air susu yang keluar. Hormon oksitosin hanya bekerja selama 6-8 menit. Oleh karena itu pemerahan pada seekor sapi harus dilakukan dengan cepat dan selesai dalam waktu 7 menit.

Sumber : Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat

Read more...

Seri Tips Praktis 02 : Kualitas Susu Segar Dalam Negeri

Minggu, 27 Desember 2009

Susu segar dalam negeri belum berkualitas baik. Salah satu syarat susu segar yang baik adalah jumlah mikroba susu di bawah 3 juta/ml (SK Dirjen Peternakan Nomor 17 Tahun 1983) atau di bawah 1 juta/ml (Standar Nasional Indonesia/SNI Susu Segar Nomor 01-3141-1998). Namun hanya 60% susu segar di tingkat peternak yang mengandung mikroba di bawah 3 juta/ml. Jumlah mikroba meningkat sehingga hanya 35% susu segar di tingkat KUD / Koperasi Susu yang mengandung mikroba di bawah 3 juta/ml (Hasil Survey Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat, 2001)

Jika kualitasnya tidak ditingkatkan maka susu segar dalam negeri tidak akan dibeli oleh konsumen (Industri Pengolahan Susu dan masyarakat). Di era pasar bebas dan globalisasi, susu import yang berkualitas lebih baik akan masuk menjadi pesaing susu segar dalam negeri. Bila susu import masuk, apa dampak langsungnya pada peternak sapi perah dalam negeri? Masa depan peternak sapi perah akan terancam. Peternak berupaya agar susu import dikendalikan. Namun usaha tersebut tidak cukup. Hal yang paling penting adalah Upaya Untuk Meningkatkan Kualitas Susu Segar dalam Negeri!

Bisakah kualitas susu segar dalam negeri ditingkatkan?
Bila peternak sapi perah lokal tidak mau tersisihkan... jawabannya HARUS BISA!

Ingat!!! Susu yang HAUS dihasilkan dari :
- ternak yang sehat, termasuk sehat ambingnya,
- perlakuan pemerahan yang baik dan benar.
Berdasarkan hal tersebut diatas, Manajemen Kesehatan Pemerahan merupakan bagian yang penting dalam usaha ternak perah.
Dalam Manajemen Kesehatan Pemerahan dipelajari tentang usaha yang harus dilakukan sebelum pemerahan, pada saat pemerahan dan setelah pemerahan dengan tujuan :
- mendapatkan susu yang halal, aman, utuh dan sehat
- memelihara kesehatan ambing
- produksi susu dapat meningkat secara optimal

Berikut adalah Materi Manajemen Kesehatan Pemerahan yang akan dibahas dalam beberapa posting :

1. Proses Pembentukan Susu
2. Manajemen Sebelum Pemerahan
- Menyediakan Sarana Pemerahan
- Membersihkan Kandang
- Memandikan Sapi
- Persiapan Pemerahan
- Membersihkan Ambing
- Pemerahan Awal
3. Manajemen Pada Saat Pemerahan
- Cara Memerah Yang Dianjurkan
- Cara Memerah Yang Tidak Dianjurkan
- Jarak dan Waktu Pemerahan
4. Manajemen Setelah Pemerahan
- Suci Hama Puting
- Mencatat Produksi Susu
- Menyaring Susu
- Mengumpulkan Susu ke TPS
5. Pencegahan Mastitis
6. Penanganan Mastitis
7. Uji Mastitis

Sumber : Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat

Read more...

Seri Tips Praktis 01: Manajemen Kesehatan Pemerahan

Sabtu, 26 Desember 2009

Susu Murni adalah cairan yang berasal dari ambing sapi sehat yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar tanpa mengurangi atau menambahkan sesuatu komponen atau bahan lain.
Susu merupakan hasil utama dari usaha budidaya ternak sapi perah. Susu yang dihasilkan harus memenuhi syarat HAUS yaitu Halal, Aman, Utuh dan Sehat.

Halal yaitu tidak bertentangan dengan syariat Islam. Susu tidak boleh mengandung atau tidak bersentuhan dengan barang atau zat yang diharamkan. Susu tidak halal, misalnya pada saat pemerahan bercampur dengan sesuatu yang diharamkan atau yang bersifat najis, sehingga dapat menimbulkan keresahan masyarakat. Yang dapat mengakibatkan masyarakat tidak mau minum susu.

Aman yaitu tidak mengandung bahan/zat yang dapat mengganggu atau membahayakan kesehatan manusia, seperti :
- bahan fisik berupa debu, bulu, rambut, rumput, ranting kayu, pecahan kaca, dll
- bahaya biologi berupa mikroba atau kuman-kuman (irus, bakteri, parasit, dll)
- bahaya kimia berupa pestisida, residu antibiotika, residu hormon, dll. Sapi menderita sakit dan diobati dengan antobiotika, apabila sapi tersebut diperah maka susu yang dihasilkan selama ± 4 hari (tergantung jenis antibiotika) masih mengandung residu antibiotika tersebut, sehingga tidak aman bagi kesehatan manusia dan juga merugikan Industri Pengolahan Susu. Pemerahan setelah hari ke-5 sejak pengobatan akan menghasilkan susu yang aman dikonsumsi oleh manusia.
Susu murni yang tidak aman, misalnya mengandung banyak mikroba atau kuman-kuman, termasuk mikroba penyebab mencret atau penyakit menular (bakteri TBC, Tifus, dll) akan sangat membahayakan kesehatan masyarakat.

Utuh yaitu tidak dicampur atau tidak dikurangi sesuatu zat apapun. Susu segar menjadi tidak utuh karena ditambah air, santan, tepung, gula atau bahan lain. Menambah atau mengurangi bahan pada susu segar kemudian menjualnya sebagai susu murni merupakan kegiatan pemalsuan. Pemalsuan susu merupakan kegiatan melanggar hukum.

Sehat yaitu berpenampilan baik, tidak menyimpang, layak dikonsumsi dan dapat diterima oleh masyarakat serta mengandung zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral) dalam jumlah yang cukup dan seimbang. Jika disimpan pada suhu kamar atau dalam kondisi tidak dingin maka susu akan menjadi cepat rusak atau cepat basi sehingga tidak layak dikonsumsi.

Panduan diatas adalah standar susu yang harus dipenuhi oleh peternak agar susu sapi layak untuk dikonsumsi masyarakat. Seri Tips Praktis 01 : Manajemen Kesehatan Pemerahan dirangkum dari Buku Petunjuk Praktis untuk Kesehatan Sapi Perah yang bersumber dari Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat.

Read more...

Jenis Sapi Perah Unggul

Kamis, 17 Desember 2009

Pada dasarnya setiap sapi betina dari jenis apapun dapat menghasilkan susu. Hanya saja jumlah susu yang dihasilkannya berbeda-beda. Jenis sapi yang mampu menghasilkan susu dalam jumlah yang banyak dengan kualitas yang baik digolongkan ke dalam kategori sapi perahan, yaitu sapi betina yang dipelihara dengan tujuan diambil air susunya.

Ada beberapa jenis sapi yang dapat digolongkan ke dalam kategori sapi perah yang baik, diantaranya:

● Fries Holland
Asal : Holland
Ciri umum :
- warna bulu belang hitam putih
- umumnya pada dahi terdapat warna putih berbentuk segitiga
- kaki bagian bawah dan buntut berwarna putih
- tanduk pendek mengarah ke depan
Keunggulan :
- sifatnya tenang dan jinak
- mudah beradaptasi
- bobot tubuh betina dapat mencapai ± 700 kg
- produksi susu dapat mencapai ± 5.500 lt/masa laktasi (20 lt/hari)

● Yersey
Asal : Inggris
Ciri umum :
- warna bulu coklat muda dan atau kombinasi putih, kekuningan dan kemerahan
- tanduk sedang mengarah agak keatas
Keunggulan :
- tahan panas
- pertumbuhan cepat
- bobot tubuh betina dapat mencapai ± 450 kg
- produksi susu dapat mencapai ± 2.500 lt/masa laktasi (9,2 lt/hari)

● Guernsey
Asal : Inggris
Ciri umum :
- warna bulu kuning tua dengan belang-belang putih
- tanduk sedang mengarah ke atas agak condong ke depan
Keunggulan :
- sifatnya agak tenang walau tidak setenang FH
- pertumbuhan cepat
- bobot tubuh betina dapat mencapai ± 500 kg
- produksi susu dapat mencapai ± 2.750 lt/masa laktasi (10 lt/hari)

● Ayrshire
Asal : Scotlandia
Ciri umum :
- warna bulu belang merah dan belang coklat dengan putih
- tanduk panjang mengarah ke atas
Keunggulan :
- sifatnya agak tenang walau tidak setenang FH
- pertumbuhan cepat
- bobot tubuh betina dapat mencapai ± 550 kg
- produksi susu dapat mencapai ± 3.500 lt/masa laktasi (13 lt/hari)

● Brown Swiss
Asal : Switzerland
Ciri umum :
- warna bulu coklat abu-abu muda atau tua
- bulu hidung dan ekor berwarna hitam
Keunggulan :
- sifatnya tenang dan jinak
- ukuran tubuh hampir sebesar FH
- bobot tubuh betina dapat mencapai ± 650 kg
- produksi susu dapat mencapai ± 4.500 lt/masa laktasi (16,6 lt/hari)

Di atas adalah sebagian jenis sapi perah unggul didunia. Kebanyakan dari jenis sapi-sapi tersebut sudah banyak tersebar ke seluruh pelosok dunia.

Namun dar kesemua jenis sapi tersebut, jenis sapi Friesh Holland atau yang lebih dikenal dengan FH dan peranakannyalah yang paling digemari oleh para peternak. Kondisi tersebut didukung oleh banyaknya keunggulan yang dimiliki FH dibanding dengan jenis sapi perah lainnya.

Sifat yang jinak, tenang dan jumlah susunya yang banyak adalah alasan mengapa FH menjadi sapi perah yang paling digemari. Postur tubuh yang besar pun menjadi nilai tambah lainnya.
Bila sapi sudah menurun produktifitasnya dapat dijadikan sapi potong. Demikian pula dengan sapi FH jantan yang tidak digunakan sebagai pejantan dapat digemukkan untuk dijadikan sapi pedaging.


Read more...

  © Saung Sapi BigBofe 2009 by Ourblogtemplates.com

Back to TOP