Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Penyakit Ternak Sapi 03

Kamis, 17 Desember 2009

● Cacing Perut (Stomach Worm)
Gejala :
- penderita tampak pucat karena anemia
- kondisi menurun, pertumbuhan lambat dan berat badan turun
- kotoran encer dan diare
Penyebab :
- cacing Parasitic Gastro Enteritis
Penularan :
- melalui pakan dan air minum
Pencegahan/pengobatan :
- populasi ternak di kandang dan lapang penggembalaan jangan terlalu padat
- jangan menggembalakan pedet di lapangan yang sudah dipakai sapi dewasa
- berikan pakan dengan kualitas yang baik guna menguatkan kekebalan tubuh
- pengobatan dengan obat cacing Anthelimintic secara periodik

● Cacing Paru-paru (Husk)
Gejala :
- batuk-batuk
- pernapasan meningkat lebih cepat
- kondisi tubuh menurun dan kurus
Penyebab :
- cacing yang tinggal dan bertelur di dalam paru-paru
Penularan :
- melalui pakan dan air minum
Pencegahan/pengobatan :
- sebaiknya jangan menggembalakan sapi dilapang yang masih berembun
- beri air minum yang bersih, sedapat mungkin tidak tercemar larva cacing
- hindari penggunaan pupuk kandang di lapangan penggembalaan yang berasal dari kotoran sapi yang menderita penyakit cacing paru-paru
- berikan pakan dengan kualitas yang baik
- pengobatan dengan Anthelimintic

● Bloat
Gejala :
- lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang
- bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum
- pernapasan terganggu seperti berat
- kontraksi rumen yang sangat kuat
Penyebab :
- sapi merumput di lapangan rumput yang masih basah oleh embun
- makan biji-bijian gilingan halus terlalu banyak, tetapi kurang mendapatkan hijauan yang berserat kasar tinggi
Pencegahan/pengobatan :
- hindarkan pemberian pakan jenis leguminose terlalu banyak
- jangan gembalakan sapi di lapangan rumput yang mash basah oleh embun
- beri pakan jerami sebelum digembalakan
- pengobatan dengan memberikan minum minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti minyak kacang tanah sebanyak 0,6 lt
- berikan preparat silicone
- jika penderita sudah parah, maka gas harus diupayakan bisa dikeluarkan secepatnya yakni dengan cara menusuk perut sebelah kiri dengan trocar dan cannula
- tempat penusukan pada bagian belakang rusuk yang terakhir atau pada ujung pinggang

Demikian pemaparan jenis-jenis penyakit sapi yang biasa atau pernah ditemukan menjangkiti ternak sapi di Indonesia.
Sebenarnya, penanganan penyakit yang terbaik adalah upaya pencegahan sebelum penyakit tersebut menyerang sapi.
Dengan menjaga kebersihan kandang, lingkungan kandang, lapangan penggembalaan dan peralatan pendukung, itu merupakan upaya awal yang terbaik dari pencegahan datangnya penyakit.

Salam Peternak!

Semoga Bermanfaat.

Read more...

Penyakit Ternak Sapi 02

Menyambung pemaparan penyakit sapi 01, maka saya postingkan pemaparan penyakit sapi 02.

● Brucellosis (Keguguran Menular)
Gejala :
- pada sapi betina gejala agak sulit untuk dideteksi, hanya saja akan terjadi keguguran pada pertengahan kebuntingan
- ambing dan alat kelamin agak membengkak
- pada sapi jantan akan terlihat scrotum membengkak, nafsu makan menurun dan demam
Penyebab :
- bakteri Brucella
Penularan :
- kontak langsung, pada saat perkawinan
- melalui pakan dan air minum yang ditulari oleh janin yang digugurkan
- melalui luka
Pencegahan/pengobatan :
- lakukan sanitasi terhadap kandang segala peralatan secara teratur dengan menggunakan pencuci hama
- penderita di karantina
- vaksinasi kekebalan sebelum proses perkawinan

● Kuku Busuk (Foot Rot)
Gejala :
- pembengkakan pada celah kuku dan sekitar tumit, kemudian keluar cairan berwarna putih kekuningan yang sangat kotor dan berbau
- selaput kuku mengelupas karena jaringannya mati
- penderita menjadi pincang karena kesakitan bahkan bisa lumpuh
Penyebab :
- kuman Fusiformis necrophorus
Penularan :
- melalui kulit yang luka, lecet dan goresan pada celah-celah kuku dan tumit kaki
Pencegahan/pengobatan :
- membersihkan kuku dengan larutan copper sulphate 3% atau larutan formalin 10%
- injeksi sulfa atau antibiotik

● Cacing Hati
Gejala :
- penderita menjadi kurus, lesu dan pucat
- kadang sapi menjadi busung pada berbagai bagian tubuh
Penyebab :
- cacing hati (Fasciola hepatica)
Penularan :
- melalui pakan dan air minum
Pencegahan/Pengobatan :
- pembasmian carrier berupa siput dan bekicot
- hindari genangan air atau drainase jelek
- menebarkan copper sulphate di lapangan penggembalaan
- pengobatan menggunakan Hexachlorophene

>>> Bersambung

Read more...

Penyakit Ternak Sapi 01

Penyakit pada ternak sapi adalah sesuatu yang harus mendapat perhatian khusus dari peternak, karena merupakan salah satu hambatan terbesar dari usaha peternakan. Agar dapat mengantisipasinya sebaiknya peternak membekali diri dengan pengetahuan dasar mengenai macam-macam penyakit. Dengan demikian setidaknya peternak tahu penyakit apa yang menyerang ternaknya dan dapat mengambil langkah pertolongan pertama.
Tetapi untuk lebih jelas dan tepatnya, bila dirasa ada ternak yang terjangkit suatu penyakit segeralah hubungi dokter/mantri hewan.

Beberapa penyakit yang biasa terjangkit di Indonesia antara lain sebagai berikut.

● Anthrax
Gejala :
- suhu badan biasanya sangat tinggi. Akan tetapi sesudah 3 hari turun dan cenderung menjadi dingin
- nafsu makan hilang sama sekali
- pada awalnya, penderita sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air kadang juga darah
- kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung dan vulva
- kematian ternak sapi akibat anthrax pun bisa terjadi di mana saja dan sembarang waktu
Penyebab :
- bakteri Bacillus anthracis
Penularan :
- melalui makanan atau kontak langsung
Pencegahan/pengobatan :
- pengobatan dilakukan dengan antibiotik
- sapi yang sehat harus divaksinasi
- bila terjadi kematian, bangkai harus dibakar, demikian pula dengan peralatan yang habis dipakai
- daging sapi yang menderita penyakit anthrax sama sekali tidak boleh dikonsumsi

● Penyakit Mulut dan Kuku
Gejala :
- selaput lendir di dalam mulut, bibir dan gusi tampak merah, kering dan panas yangpada akhirnya bagian tersebut melepuh kemudian berisi cairan
- dari mulut keluar ludah yang memanjang seperti benang
- suhu tubuh tinggi, badan lesu, nafsu makan hilang
- bagian pergelangan kaki dekat kuku bengkak
Penyebab :
- virus, yang hidup dalam daging dan sumsum tulang belakang
Penularan :
- kontak langsung
- melalui makanan, air minum, air ludah dan air kencing
- melalui pembawa penyakit (carrier)
Pencegahan/pengobatan :
- kandang dan semua peralatan diupayakan selalu bersih, dicuci hamakan dengan caustic soda 2%
- penderita harus diisolasi
- pengawasan dan pemeriksaan dilakukan secara ketat terhadap sapi-sapi yang dipotong
- pengobatan bagian dalam dilakukan dengan injeksi antibiotik atau sulfa
- pengobatan bagian luar (kulit) dilakukan dengan peniciline powder
- penambahan vitamin A pada pakan, agar menguatkan jaringan kulit

● Surra
Gejala :
- suhu tubuh naik dan demam
- muka pucat seperti kurang darah
- nafsu makan berkurang dan penderita menjadi kurus
- timbul bengkak di bawah dagu dan kaki
- bulu rontok, kulit kelihatan kotor dan kering seperti bersisik
- penderita menjadi lesu dan letih
- bila penyakit sudah parah kena gangguan saraf, sehingga menimbulkan gerakan berputar-putar tanpa arah akibat parasit menyerang otak
Penyebab :
- sejenis protozoa Trypanosoma evansi, yang hidup di dalam darah
Penularan :
- melalui carrier yang menggigit dan menghisap darah dari ternak penderita
Pencegahan/pengobatan :
- penderita diisolasi di kandang yang tertutup sehingga terlindung dari gigitan lalat
- dilakukan penyemprotan terhadap semua peralatan ataupun lingkungan yang banyak dihinggapi lalat
- sapi yang mati akibat surra harus dibakar atau dikubur dalam-dalam
- pengobatan menggunakan Nagonal, Arsokol, Atoxyl

● Radang Paha (Blakleg)
Gejala :
- terjadi pembengkakan di beberapa bagian tubuh seperti paha, tungging, bahu, dada, leher dan di sekitar vagina
- pada awalnya bagian yang bengkak ini hangat dan sakit, pada akhirnya menjadi dingin
- jika ditekan seakan ada gas didalamnya
- bila dipotong akan tampak benda merah kotor bercampur gelembung berbau busuk
- terjadi gangguan pernapasan
- nafsu makan hilang dan tak lama kemudian mati, biasanya dalam selang waktu 2-5 hari
Penyebab :
- bakteri Clostridium chanvoei
Penularan :
- melalui pakan dan luka
- gigitan lalat dan nyamuk
Pencegahan/pengobatan :
- dilakukan vaksinasi terhadap sapi sehat
- bila setelah didiagnosa ada yang terjangkit, segera obati dengan antibiotik karena penyakit ini berkembang begitu cepat

Demikian pemaparan penyakit sapi seri 01. Pemaparan akan dilanjutkan pada penyakit sapi seri 02 dan seri 03.

Salam Peternak!

Semoga Bermanfaat.

Read more...

Penyakit vs Dokter Hewan

Hewan ternak anda ada yang sakit?
Saya yakin, setidaknya anda pernah mengalaminya.
Setiap mahluk yang hidup punya resiko terjangkiti penyakit, begitu pula dengan hewan ternak. Penyakit yang menjangkiti hewan ternak merupakan salah satu hambatan dan kendala yang harus diperhatikan dan diwaspadai.
Karena bila hewan ternak kita terjangkiti penyakit sudah tentu akan berpengaruh pada usaha peternakan kita.

Ya... setidaknya terhambatnya pertumbuhan, kualitas hasil yang tidak sesuai, penurunan produktivitas, bahkan kematian hewan dan yang terparah adalah penularan penyakit tersebut baik pada hewan ternak lain maupun pada manusia.

Oleh karena itu sebaiknya peternak membekali diri dengan pengetahuan tentang penyakit ternak dan cara penanggulangannya. Jadi dapat lebih mewaspadai dan sedikitnya mengerti cara menanggulanginya.
Tapi... untuk lebih amannya, bila anda menemukan hewan ternak anda terjangkit suatu penyakit, segeralah hubungi orang yang lebih ahli.

Siapa? Betul sekali... Dokter/Mantri Hewanlah orang yang tepat.

Karena Dokter/Mantri Hewan sudah dijejali dengan ilmu pengetahuan mengenai hewan dan penyakitnya. Jadi dia tidak akan salah memberikan penanganan pada ternak yang sakit.

Kalau pakai jasa dokter hewan ada biaya tambahan dong...? kan sayang tuh biaya.
Memang begitulah kondisinya, itulah yang disebut dengan hidup bermasyarakat. Hidup saling berdampingan dan saling membutuhkan satu sama lain dalam kondisi yang saling menguntungkan. Untuk jasa atas ilmu dari dokter hewan yang telah memeriksa hewan ternak, tentu ada imbalannya dong. Lagi pula saya rasa tidak seberapa besar bila kita membandingkan dengan kesehatan dan keselamatan hewan ternak kita.

Satu hal lagi... sebagai peternak yang ingin maju, akan lebih baik bila setiap peternak atau kelompok petani peternak menjalin hubungan yang baik dengan dokter/mantri hewan dengan cara sering berkomunikasi dan berkonsultasi. Pengecekan kesehatan ternak secara rutin pun mutlak diperlukan. Karena dengan demikian kesehatan dan produktivitas hewan ternak kita akan dapat dipantau dan diawasi dengan mudah oleh dokter hewan. Lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Bila kesehatan dan produktivitas ternak terjaga dengan baik, kemudian dapat memberikan hasil yang optimal... siapa yang untung? Tentunya peternak, bukan?

Jadi...soal kesehatan ternak, mari kita menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan yang ahli di bidangnya.

Salam Peternak!

Semoga Bermanfaat.

Read more...

  © Saung Sapi BigBofe 2009 by Ourblogtemplates.com

Back to TOP