Tampilkan postingan dengan label Sapi Pedaging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sapi Pedaging. Tampilkan semua postingan

Tata Letak dan Ruang Kandang Sapi

Sabtu, 09 Januari 2010

Dalam merancang sistem penanganan pergerakan, yang terpenting untuk diperhatikan adalah tata letak dan tata ruang kandang. Dengan pengaturan posisi ruang yang tepat akan membuat pergerakan sapi menjadi nyaman dan mudah diatur.

Ada beberapa poin penting yang biasa kita abaikan dalam merancang sistem perkandangan. Apa saja poin-poin tersebut?
Ok… mari kita bahas.

Sudut ruang
Ternak sapi biasanya akan merasa menemukan jalan buntu pada saat berhadapan dengan sudut ruang 90º. Sudut ruang yang tajam akan menghambat gerak sapi dan juga bisa mengakibatkan cedera pada sapi, seperti luka memar dan sobek.

Warna dan bayangan
Adanya bayangan atau perbedaan/perubahan warna pada lantai akan menghambat laju pergerakan sapi. Karena akan membuat sapi menjadi ragu-ragu untuk melangkah. Maka bila memungkinkan, kurangi kemungkinan munculnya bayangan dan adanya perubahan warna pada lantai.

Lantai
Lantai yang licin akan sangat membahayakan baik bagi sapi maupun bagi anda sebagai pemelihara. Buatlah permukaan lantai yang mulus tapi tidak licin. Sapi juga kurang menyukai untuk melangkah di tempat yang becek, jadi buatlah lantai dengan kemiringan sekitar 4º dan ada parit diujungnya.

Jalur jalan sapi
Rancang jalur untuk jalan sapi dengan ukuran yang pas dengan lebar tubuh sapi. Bila jalur untuk jalan sapi terlalu lebar maka bisa memberi ruang bagi sapi untuk berputar, akibatnya akan mempersulit kerja anda.

Gerbang
Tempatkan gerbang pada posisi yang mempermudah untuk dilalui pada saat sapi akan lewat. Jangan sampai sapi mengira bahwa gerbang tersebut adalah jalan buntu yang tidak bisa dilewati. Pastikan tidak ada besi atau benda tajam lainnya yang dapat melukai sapi pada saat lewat.

Tempat bongkar muat
Pada ternak sapi potong, akan sering dilakukan aktivitas bongkar muat. Buatlah jalur yang lurus (hindarkan sudut tajam), agar laju sapi lancar. Kemiringan lantai jangan terlalu curam (sekitar 15º) dengan permukaan yang agak kasar sehingga tidak licin. Tempatkan gerbang di beberapa titik untuk mengatur laju sapi.

Suara bising
Usahakan kandang sapi agar jauh dari suara-suara yang bising. Seperti industri yang mengeluarkan suara keras, jalan raya dan lain-lain. Suara yang bising dapat membuat sapi menjadi stress dan tidak terkendali. Untuk sapi perah akan berpengaruh pada menurunnya kuantitas susu yang dihasilkan.

Dengan rancangan kandang yang memperhatikan kenyamanan sapi, akan membantu mempermudah kerja anda sebagai pemelihara. Buatlah kandang sapi sebaik dan senyaman mungkin, agar sapi yang dipelihara pun dapat memberikan hasil yang maksimal.

Read more...

Sapi Potong Datangnya Darimana?

Salam, rekan peternak…
Kali ini saya cuma mau sedikit cerita. Mungkin diantara rekan semua ada yang pernah mikirin juga atau cuma saya aja yang iseng dan memang kurang kerjaan kali ya…

Dulu waktu saya lagi ngelamun sendiri didalam ‘Saung Sapi’, tiba-tiba kepikiran soal jumlah sapi potong. Kok bisa ada terus gak habis-habis. Kalau di hitung waktu perkembangan sapi potong dari awal ‘emanya ngandung, kan seperti ini…

• Lama kandungan normal ± 9 bulan.
• Jumlah rata-rata per-kelahiran 1 ekor dari 1 induk. (jarang yang lebih)
• Umur sapi biasa/normal untuk dipotong 9 - 18 bulan.

Jadi untuk menghasilkan 1 ekor sapi potong perlu waktu sekitar 2 tahun 3 bulan. Waktu yang cukup lama kan???

Nah sekarang sapi-sapi itu setiap harinya dipotong secara massal. Untuk ukuran satu jongko daging yang kecil saja perlu antara ½ ekor – 3 ekor sapi. Ada berapa jongko daging di satu pasar? Ada berapa pasar di Indonesia? Berapa puluh, ratus, ribu ekor sapi yang dipotong dalam satu hari?

Itu keperluan di waktu sepi-normal, belum lagi kalau ada event seperti Lebaran dan Tahun Baru. Bisa 3 - 5 kali lipatnya. Sapi yang lahirnya nyicil, dipotong secara massal… Kok gak habis?

Kalau saya jalan-jalan ke feedloter besar, masih banyak sapi pada nangkring di kandangnya. Bahkan ada yang punya stock sampai puluhan ribu ekor. Tapi saya belum pernah melihat kumpulan kucing segitu banyak, padahal kucing kan beranaknya cepat, sekali beranak bisa 2 – 4 ekor. Dan… kucing tidak akan dipotong.

Atau mungkin sapi lokal memang hampir punah, untung ada supply dari luar negeri. Seperti Australia? Wah jangan sampai tuh… nanti sapi lokal Indonesia bisa masuk dalam kategori hewan langka yang dilindungi.

Jadi mungkin ada baiknya kita sama-sama berguru manajemen peternakan sapi pada negeri ‘Kangguru’ (karena kita masih belajar) agar kita bisa seperti mereka.

Maju Peternakan Indonesia!

Semoga lamunan diatas ada manfaatnya.

Read more...

Sistem Penanganan Ternak. Perlukah?

Kamis, 07 Januari 2010

Terkadang seekor sapi ternak yang jinak pun dapat menjadi hewan yang berbahaya. Terlebih bila anda sedang menangani sapi baru yang belum terbiasa dengan kondisi kandang barunya. Atau bila anda adalah peternak sapi brahman cross hasil import yang tidak pernah kenal dengan kandang. Tentunya akan sangat beresiko. Resiko cedera bagi kedua pihak, manusia dan sapi.

Untuk mengurangi resiko cedera dan menjadikan kerja anda lebih efisien, buatlah sistem penanganan sapi yang baik. Sistem penanganan tersebut harus meliputi keamanan, kesehatan dan kelancaran kerja. Sehingga resiko buruk bagi kedua belah pihak dapat diminimalkan.

Bagaimana cara penanganan ternak agar tidak beresiko besar?
- bagi peternak brahman cross, minimalkan keharusan anda masuk ke dalam kandang untuk melakukan pemeliharaan
- buat alat/ruang yang memisahkan antara anda dan sapi pada saat pemeliharaan
- pastikan anda punya ruang yang cukup untuk melarikan diri
- perlakukan sapi dengan tenang dan lembut
- selalu waspada, waspadalah! :)

Tujuan/keuntungan yang anda dapat dari cara penanganan sapi yang baik adalah :
- Meningkatkan produktivitas
Menangani sapi dengan benar akan mengurangi stress pada sapi sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik. Sediakan peralatan dan perlengkapan yang memadai. Contoh : lantai yang tidak licin dan tidak bersudut tajam, dapat mengurangi kemungkinan cedera seperti patah tulang, memar dan luka sobek yang akan berakibat pada berkurangnya selera makan sapi yang akan berpengaruh juga pada hasil produksi.

- Mengurangi biaya tenaga kerja
Bila anda memiliki fasilitas peralatan dan perlengkapan kerja yang memadai, untuk memelihara sapi dengan jumlah sekitar 10-15 ekor akan dapat anda kerjakan sendiri. Dengan sistem penanganan yang efisien akan memudahkan anda untuk mengatur pergerakan, pemeliharaan dan pemantauan sapi, jadi akan mengurangi tingkat stress pada sapi dan tentunya pada anda juga.

- Meningkatkan keamanan kerja
Sistem penanganan ternak yang baik akan mengurangi resiko anda dari terjangan sapi karena bisa dipastikan bahwa sapi akan bergerak dengan tenang, teratur dan rapi.

- Menjaga kesehatan sapi
Dengan perlakuan yang lembut, pergerakan yang teratur, kemudahan dalam pemeliharaan dan pemantauan, sapi akan terhindar dari resiko cedera serta stress. Maka kesehatan sapi akan terjaga dengan baik dan pada akhirnya dapat memberikan hasil yang memuaskan.

Sekarang terlihat jelas bahwa sistem penanganan ternak yang baik sangat diperlukan. Saya yakin bahwa anda dapat merancangnya sendiri, karena andalah yang paling memahami kondisi kandang sapi anda. Jadi… mulailah pikirkan dan rancang sebuah sistem penanganan yang sesuai dengan kondisi kandang sapi milik anda.  

Semoga bermanfaat.

Read more...

Tantangan Usaha Sapi Potong

Senin, 04 Januari 2010

Peternakan sapi Indonesia masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sebagai negara agraris, hal tersebut sangatlah menyedihkan. Dengan jumlah penduduk yang banyak dan lahan yang luas selayaknya Indonesia dapat berperan sebagai negara pengeksport sapi bukan sebagai negara yang jago mengimport sapi.

Memang kondisi di lapangan tidak akan sesederhana seperti dalam teori. Pada pelaksanaannya pasti akan banyak permasalahan yang akan timbul. Bila permasalahan yang ada sudah diketahui, maka akan mempermudah dalam hal mencari jalan keluar guna menuntaskan masalah yang menghambat. Akan sulit untuk mencari solusi yang tepat bila masalah yang menghambat tersebut belum diketahui dengan jelas.

Berikut adalah beberapa masalah yang perlu kita cari jalan keluarnya karena kerap muncul sehingga menghambat produktivitas peternakan sapi potong.

- Sumberdaya Ternak
Pengembangan ternak sapi lokal yang belum maksimal, dalam hal pengelolaan produksi dan reproduksi sapi potong berpengaruh langsung pada angka perkembangan ternak sapi potong lokal.
- Sumberdaya Manusia
Kurangnya ketertarikan masyarakat untuk terjun menekuni usaha sapi potong. Ketidak tertarikan tersebut dikarenakan diperlukannya modal yang cukup besar, keamanan pembayaran dari pembeli daging (pasar) dan dukungan pemerintah dalam hal bantuan modal kerja dan penyuluhan.
- Sumberdaya Pakan
Ketergantungan pada limbah pertanian menyebabkan pada musim-musim tertentu peternak akan kesulitan mendapatkan pakan hijauan. Mahalnya harga pakan penguat.
- Sumberdaya Lahan
Karena kepadatan penduduk yang tidak merata (di pulau Jawa) menyebabkan keterbatasan lahan untuk peternakan dan penanaman rumput unggul. Sementara permintaan daging yang terbanyak adalah di pulau Jawa.
- Sumberdaya Teknologi
Pemanfaatan teknologi tepat guna yang belum optimal. Berkaitan dengan biaya dan pengetahuan teknis peternak yang kurang menyebabkan minimnya pengaplikasian teknologi budidaya ternak sapi potong.

Dengan diketahuinya permasalahan yang menghambat peternakan sapi potong seperti diatas. Maka sudah selayaknya bila semua unsur terkait yang bergerak di bidang usaha ternak sapi potong turut memikirkan jalan keluar yang terbaik. Bila semua unsur dapat bekerjasama dengan baik, pasti semua masalah yang ada akan dapat dihadapi. Karena dalam berusaha tidak ada masalah, yang ada hanyalah tantangan.

Semoga bermanfaat.

Read more...

Tips Penggemukan Sapi

Jumat, 25 Desember 2009

Usaha penggemukan sapi adalah komponen utama dalam hal memenuhi kebutuhan akan daging sapi. Agar usaha penggemukan sapi dapat berjalan dengan lancar dan langgeng, maka usaha tersebut haruslah dapat menghasilkan keuntungan. Unsur yang mempengaruhi keuntungan peternak penggemukan sapi adalah laju pertumbuhan sapi yang digemukan, perkembangan atau pertambahan bobot sapi selama masa pemeliharaan dan kualitas daging yang dihasilkan. Bila salah satu dari komponen diatas tidak terpenuhi, dapat dikatakan bahwa usaha penggemukan tidak berjalan dengan optimal yang akhirnya bisa mendatangkan kerugian.

Berikut beberapa tips sederhana mengenai usaha penggemukan sapi :
- Bakalan. Bakalan sapi yang baik adalah modal awal dari usaha penggemukan. Bakalan yang baik untuk digunakan sebagai bahan penggemukan adalah : sapi yang sehat, berkelamin jantan, bentuk badan besar & panjang, dada lebar, kaki pendek & kuat, kepala & moncong besar. Jenis : Limosin, Simental, Brahman, Brangus, Ongole dan Peranakan FH. Umur : 1,5 – 2,5 tahun.
- Kandang. (dapat anda lihat pada posting Kandang Sapi Sederhana)
- Pakan. Macam pakan yang diberikan adalah pakan hijauan dan pakan penguat. Hijauan diberikan sebanyak minimal 10% bobot hidup sapi, pakan penguat ± 3-5% bobot hidup sapi. Jangan lupa air minum pun sangat dibutuhkan (diberikan semaunya sapi). Waktu pemberian pakan : Pakan penguat = pagi dan sore hari, hijauan = pagi, sore (setelah pakan penguat) dan malam hari, minum = pagi, sore (sebelum dan sesudah pakan penguat) dan malam hari (sebelum hijauan).
- Kesehatan. Cara paling ampuh mengobati penyakit adalah dengan cara mencegahnya. Bersihkan kandang secara rutin (setiap hari), kondisi lantai kandang harus selalu kering dan bersih. Berikan obat cacing di awal masa penggemukan dan ulangi lagi setelah 3 bulan. Pembahasan tentang penyakit sapi silahkan lihat pada posting Penyakit Ternak Sapi.

Tips diatas dapat dijadikan sebagai pengetahuan dasar untuk menjalankan usaha penggemukan sapi. Agar dapat berhasil dalam usaha penggemukan sapi, modal utama yang anda perlukan adalah keinginan yang kuat untuk terus belajar, kedisiplinan dan keberanian untuk mencoba (disamping itu...tentunya modal finansial pun menjadi penentu juga).

Sukseskan Peternakan Indonesia...

Read more...

Pentingnya Pembibitan Sapi Potong

Seiring dengan bertambahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya makan makanan bergizi, terutama protein hewani yang diperoleh dari daging ternak maka akan berpengaruh pada meningkatnya permintaan pasar akan daging. Kebutuhan akan daging sangat bergantung pada usaha peternakan, khususnya ternak sapi. Karena sapi adalah ternak penghasil daging terbesar yang sudah sangat umum dikonsumsi masyarakat.

Usaha pembibitan sapi adalah dasar/awal dari rangkaian usaha sapi potong. Bila tidak ada bibit, maka usaha penggemukkan sapi pun tidak akan bisa berjalan dengan lancar. Bila usaha penggemukkan sapi tidak lancar, maka akan berdampak pada kurangnya supply daging bagi masyarakat. Pemerintah sudah mengantisipasi kondisi kurangnya daging sapi untuk kebutuhan dalam negeri dengan mengeluarkan kebijakan import sapi ataupun daging sapi dari luar negeri. Dengan dikeluarkannya kebijakan tersebut, maka sejak tahun ’90-an muncul trend baru dikalangan peternak besar. Kandang-kandang di peternakan besar dijejali oleh rombongan sapi-sapi import. Negara pemasok sapi terbesar bagi Indonesia adalah Australia. Bukan saja menjadi pemasok sapi ke Indonesia, Australia adalah negara peng-eksport sapi terbesar sedunia.

Melihat kondisi diatas... saya jadi bertanya-tanya...
Kemana sapi-sapi pedaging lokal?
Ada apa dengan pembibitan sapi lokal?
Akankah kita terus dibanjiri sapi import?
Tidak bisakah peternakan di Indonesia meniru Australia?

Bila dilihat dari beberapa aspek pendukung, Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar, seperti :
- Alam. Sebagai negara agraris yang berada di khatulistiwa, alam Indonesia sangat mendukung untuk pertanian yang bisa disandingkan dengan peternakan. Musim yang dimiliki Indonesia pun sangat nyaman bagi perkembangan ternak.
- Lahan. Banyak lahan di negara kita yang masih menganggur.
- Tenaga kerja. Dengan jumlah penduduk yang banyak, usaha peternakan tidak akan dipusingkan dengan masalah kurangnya tenaga kerja.
- Pangsa pasar. Permintaan pasar akan daging masih terbuka lebar.

Dengan potensi yang ada, negara kita mampu menjadi produsen bibit sapi setidaknya bagi kebutuhan dalam negeri. Kalau potensi sudah mendukung, tunggu apalagi? Atau kita cukup bangga untuk menjadi peng-import sapi?

Cintailah Produk Dalam Negeri.

Read more...

Jenis-Jenis Sapi Pedaging Unggul 02

Kamis, 17 Desember 2009

Berikut adalah jenis-jenis sapi pedaging unggul yang didatangkan ke Indonesia dari berbagai negara. Maksud dari mendatangkan jenis-jenis sapi tersebut adalah untuk memperbaiki kualitas sapi pedaging di negara kita.

● Sapi American Brahman
Daerah asal : Amerika
Ciri-ciri umum :
- punggung lurus
- kaki panjang
- warna bulu abu-abu, merah dan hitam.
- kulit halus dan lemas dengan ketebalan sedang.
- berponok besar.
Keunggulan :
- jenis pakan sederhana.
- pertumbuhan cepat.
- bobot tubuh dapat mencapai ± 900 kg.
- pertambahan bobot tubuh ± 1,5 kg/hari.
- persentase karkas ± 54%.

● Sapi Aberdeen Angus
Daerah asal : Scotlandia Utara
Ciri-ciri umum :
- warna bulu hitam, agak panjang dan halus
- tidak bertanduk
- bentuk tubuh kompak dan panjang
Keunggulan :
- jenis pakan sederhana
- pertumbuhan cepat
- mutu karkas tinggi
- bobot tubuh dapat mencapai ± 900 kg
- pertambahan bobot tubuh ± 0,95 kg/hari
- persentase karkas ± 60%

● Hereford
Daerah asal : Inggris
Ciri-ciri umum :
- warna bulu merah. Pada muka, dada, perut bawah dan kaki putih
- punggung lurus dan tebal
Keunggulan :
- kualitas daging bagus
- memiliki daya adaptasi yang baik
- jenis pakan sederhana
- bobot tubuh dapat mencapai ± 850 kg
- pertambahan bobot tubuh mencapai ± 1 kg/hari
- persentase karkas ± 48%

● Shorthorn
Daerah asal : Inggris
Ciri-ciri umum :
- warna bulu merah tua atau merah muda dan kombinasi dengan kelabu
- punggung lurus
- bentuk tubuh besar, kotak dan kompak
Keunggulan :
- kualitas daging bagus
- memiliki daya adaptasi yang baik
- bobot tubuh dapat mencapai ± 1.000 kg
- pertambahan bobot tubuh mencapai ± 1,04 kg/hari
- persentase karkas ± 53%

● Charolais
Daerah asal : Charolles, Perancis
Ciri-ciri umum :
- warna bulu krem atau putih
- ukuran tubuh besar dan padat
- kaki panjang
Keunggulan :
- bobot tubuh dapat mencapai ± 1.200 kg
- pertambahan bobot tubuh mencapai ± 1,32 kg/hari
- persentase karkas ± 49%

● Simmental
Daerah asal : Switzerland
Ciri-ciri umum :
- warna bulu krem agak kecoklatan dan merah
- ukuran tubuh besar
- bentuk tubuh panjang dan kompak
Keunggulan :
- pertumbuhan tubuh cepat
- penimbunan lemak dibawah kulit rendah
- bobot tubuh dapat mencapai ± 1.150 kg
- pertambahan bobot tubuh mencapai ± 1,3 kg/hari
- persentase karkas ± 54%

● Limousin
Daerah asal : Perancis
Ciri-ciri umum :
- warna bulu merah kecoklatan
- ukuran tubuh besar
- bentuk tubuh panjang dan kompak
Keunggulan :
- pertumbuhan tubuh cepat
- bobot tubuh dapat mencapai ± 1.000 kg
- pertambahan bobot tubuh mencapai ± 1,2 kg/hari
- persentase karkas ± 52%

● Santa Gertrudis
Daerah asal : Amerika
Merupakan hasil persilangan antara Brahman dan Shorthorn
Ciri-ciri umum :
- warna bulu coklat kemerahan
- ukuran tubuh besar
- berponok kecil
Keunggulan :
- jenis pakan sederhana
- pertumbuhan tubuh cepat
- bobot tubuh dapat mencapai ± 900 kg
- pertambahan bobot tubuh mencapai ± 1,13 kg/hari
- persentase karkas ± 52%


● Beef Master
Daerah asal : Amerika
Merupakan hasil persilangan antara (Brahman dan Bos Taurus) dengan (Hereford dan Shorthorn)
Ciri-ciri umum :
- warna coklat, kemerahan dan merak bercak putih
- ukuran tubuh besar
- berponok kecil
Keunggulan :
- bobot tubuh dapat mencapai ± 1.000 kg
- pertambahan bobot tubuh mencapai ± 1,2 kg/hari
- persenatase karkas ± 51%

● Brangus
Asal : Amerika – Scotlandia
Merupakan hasil persilangan antara Brahman dengan Aberdeen Angus
Ciri-ciri umum :
- warna kulit hitam mengilap, kemerahan
- kulit tipis dan halus
- tidak bertanduk
- berponok kecil
Keunggulan :
- jenis pakan sederhana
- pertumbuhan cepat
- penimbunan lemak dibawah kulit rendah
- bobot tubuh dapat mencapai ± 1.000 kg
- pertambahan bobot tubuh mencapai ± 1,2kg/hari
- persentase karkas ± 55%

Demikian adalah sebagian contoh jenis sapi pedaging unggul yang sudah cukup memasyarakat di Indonesia.
Jenis sapi pejantan perah pun cukup memasyarakat dan digemari oleh para peternak sapi pedaging kita untuk digemukkan. Alasannya karena bibit sapi pejantan perah mudah didapat dan memiliki pertumbuhan tubuh yang sangat cepat. Hanya saja kendalanya adalah kualitas daging sapi pejantan perah agak basah dan berlemak, sehingga agak sulit untuk memasarkan hasil dagingnya.

Dengan memilih jenis sapi pedaging unggul, pengawasan, perawatan, pemeliharaan dan pembinaan dinas yang baik, maka peternak sapi pedaging diharapkan akan mendapatkan hasil yang baik pula. Sehingga dengan beternak sapi pedaging dapat memberikan keuntungan finansial yang cukup besar.

Salam Peternak!

Semoga Bermanfaat.

Read more...

Jenis-Jenis Sapi Pedaging Yang Unggul 01

Bila kita memelihara sapi jenis pedaging, apa yang paling kita harapkan? Ya, sudah tentu yang saya dan anda harapkan adalah kelak akan mendapatkan hasil yang terbaik dari sapi yang telah kita rawat dan pelihara. Kesehatannya yang baik, pertumbuhan yang pesat, pertambahan volume daging yang banyak, kualitas daging yang dihasilkan pun yang baik, persentase karkas yang optimal yang pada akhirnya dapat memberikan keuntungan bagi peternak yang memelihara.

Untuk mencapai itu semua sudah barang tentu kita akan merawat ternak sapi kita sebaik mungkin. Tata letak kandang, pemberian pakan, kualitas pakan yang diberikan, pemantauan kesehatan, kebersihan lingkungan ternak dan fasilitas pendukung lainnya. Tapi yang tidak kalah pentingnya agar kita mendapatkan hasil yang maksimal adalah pemilihan bibit ternak itu sendiri. Pemilihan bibit yang akan dipelihara haruslah dari jenis yang unggul, dengan harapan setelah dipelihara dengan baik akan memberikan hasil sesuai seperti yang diharapkan.

Berikut adalah dari jenis – jenis sapi pedaging unggul yang dapat dijadikan bibit untuk digemukkan:

1. Sapi Bali
Daerah asal : Indonesia, penyebaran Bali, Kalimantan Sulawesi, NTB & NTT.
Ciri-ciri umum :
- warna bulu kehitam-hitaman, dari sendi lutut sampai kuku dan bagian pantatnya putih.
- memiliki tanduk.
Keunggulan :
- membutuhkan jenis pakan sederhana.
- bobot tubuh dapat mencapai ± 450 kg.
- pertambahan bobot tubuh ± 0,7 kg/hari.
- persentase karkas ± 57%.

2. Sapi Madura
Daerah asal : Indonesia, penyebaran Madura dan Jawa Timur.
Ciri-ciri umum :
- ukuran badan tidak terlalu besar.
- warna bulu merah bata, kaki dan bagian pantat putih.
Keunggulan :
- membutuhkan jenis pakan yang sederhana.
- bobot tubuh dapat mencapai ± 300 kg.
- pertambahan bobot tubuh ± 0,45 kg/hari.
- persentase karkas ± 50%.

3. Sapi Ongole
Daerah asal : India.
Ciri-ciri umum :
- ukuran badan sedang.
- warna bulu variasi putih, putih kelabu dan agak keoranyean.
- berponok sedang.
- gelambir lebar.
Keunggulan :
- membutuhkan jenis pakan yang sederhana.
- bobot tubuh dapat mencapai ± 600 kg.
- pertambahan bobot tubuh ± 0,8 kg/hari.
- persentase karkas ± 52%.

4. Sapi Peranakan Ongole (PO)
Daerah asal : Indonesia. Hasil persilangan antara sapi Ongole dengan sapi lokal.
Ciri-ciri umum :
- ukuran badan lebih kecil dibandingkan dengan Ongole.
- berponok kecil.
- bergelamir tipis.
- warna bulu bervariasi putih dan keabu-abuan.
Keunggulan :
- membutuhkan jenis pakan sederhana
- bobot tubuh dapat mencapai ± 450 kg.
- pertambahan bobot tubuh ± 0,6 kg/hari.
- persentase karkas ± 51%.

Jenis-jenis sapi pedaging unggul diatas adalah jenis sapi pedaging lokal. Adapun jenis sapi dari hasil persilangan yang telah dianggap menjadi sapi lokal Indonesia dikarenakan jumlah penyebaran dan telah begitu memasyarakatnya dengan perkembangan bidang peternakan sapi Indonesia.

Jenis sapi pedaging unggul lainnya (hasil import) akan saya bahas di posting berikutnya.

Salam Peternak!

Semoga Bermanfaat.

Read more...

  © Saung Sapi BigBofe 2009 by Ourblogtemplates.com

Back to TOP