Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Tata Letak dan Ruang Kandang Sapi

Sabtu, 09 Januari 2010

Dalam merancang sistem penanganan pergerakan, yang terpenting untuk diperhatikan adalah tata letak dan tata ruang kandang. Dengan pengaturan posisi ruang yang tepat akan membuat pergerakan sapi menjadi nyaman dan mudah diatur.

Ada beberapa poin penting yang biasa kita abaikan dalam merancang sistem perkandangan. Apa saja poin-poin tersebut?
Ok… mari kita bahas.

Sudut ruang
Ternak sapi biasanya akan merasa menemukan jalan buntu pada saat berhadapan dengan sudut ruang 90º. Sudut ruang yang tajam akan menghambat gerak sapi dan juga bisa mengakibatkan cedera pada sapi, seperti luka memar dan sobek.

Warna dan bayangan
Adanya bayangan atau perbedaan/perubahan warna pada lantai akan menghambat laju pergerakan sapi. Karena akan membuat sapi menjadi ragu-ragu untuk melangkah. Maka bila memungkinkan, kurangi kemungkinan munculnya bayangan dan adanya perubahan warna pada lantai.

Lantai
Lantai yang licin akan sangat membahayakan baik bagi sapi maupun bagi anda sebagai pemelihara. Buatlah permukaan lantai yang mulus tapi tidak licin. Sapi juga kurang menyukai untuk melangkah di tempat yang becek, jadi buatlah lantai dengan kemiringan sekitar 4º dan ada parit diujungnya.

Jalur jalan sapi
Rancang jalur untuk jalan sapi dengan ukuran yang pas dengan lebar tubuh sapi. Bila jalur untuk jalan sapi terlalu lebar maka bisa memberi ruang bagi sapi untuk berputar, akibatnya akan mempersulit kerja anda.

Gerbang
Tempatkan gerbang pada posisi yang mempermudah untuk dilalui pada saat sapi akan lewat. Jangan sampai sapi mengira bahwa gerbang tersebut adalah jalan buntu yang tidak bisa dilewati. Pastikan tidak ada besi atau benda tajam lainnya yang dapat melukai sapi pada saat lewat.

Tempat bongkar muat
Pada ternak sapi potong, akan sering dilakukan aktivitas bongkar muat. Buatlah jalur yang lurus (hindarkan sudut tajam), agar laju sapi lancar. Kemiringan lantai jangan terlalu curam (sekitar 15º) dengan permukaan yang agak kasar sehingga tidak licin. Tempatkan gerbang di beberapa titik untuk mengatur laju sapi.

Suara bising
Usahakan kandang sapi agar jauh dari suara-suara yang bising. Seperti industri yang mengeluarkan suara keras, jalan raya dan lain-lain. Suara yang bising dapat membuat sapi menjadi stress dan tidak terkendali. Untuk sapi perah akan berpengaruh pada menurunnya kuantitas susu yang dihasilkan.

Dengan rancangan kandang yang memperhatikan kenyamanan sapi, akan membantu mempermudah kerja anda sebagai pemelihara. Buatlah kandang sapi sebaik dan senyaman mungkin, agar sapi yang dipelihara pun dapat memberikan hasil yang maksimal.

Read more...

Sapi Potong Datangnya Darimana?

Salam, rekan peternak…
Kali ini saya cuma mau sedikit cerita. Mungkin diantara rekan semua ada yang pernah mikirin juga atau cuma saya aja yang iseng dan memang kurang kerjaan kali ya…

Dulu waktu saya lagi ngelamun sendiri didalam ‘Saung Sapi’, tiba-tiba kepikiran soal jumlah sapi potong. Kok bisa ada terus gak habis-habis. Kalau di hitung waktu perkembangan sapi potong dari awal ‘emanya ngandung, kan seperti ini…

• Lama kandungan normal ± 9 bulan.
• Jumlah rata-rata per-kelahiran 1 ekor dari 1 induk. (jarang yang lebih)
• Umur sapi biasa/normal untuk dipotong 9 - 18 bulan.

Jadi untuk menghasilkan 1 ekor sapi potong perlu waktu sekitar 2 tahun 3 bulan. Waktu yang cukup lama kan???

Nah sekarang sapi-sapi itu setiap harinya dipotong secara massal. Untuk ukuran satu jongko daging yang kecil saja perlu antara ½ ekor – 3 ekor sapi. Ada berapa jongko daging di satu pasar? Ada berapa pasar di Indonesia? Berapa puluh, ratus, ribu ekor sapi yang dipotong dalam satu hari?

Itu keperluan di waktu sepi-normal, belum lagi kalau ada event seperti Lebaran dan Tahun Baru. Bisa 3 - 5 kali lipatnya. Sapi yang lahirnya nyicil, dipotong secara massal… Kok gak habis?

Kalau saya jalan-jalan ke feedloter besar, masih banyak sapi pada nangkring di kandangnya. Bahkan ada yang punya stock sampai puluhan ribu ekor. Tapi saya belum pernah melihat kumpulan kucing segitu banyak, padahal kucing kan beranaknya cepat, sekali beranak bisa 2 – 4 ekor. Dan… kucing tidak akan dipotong.

Atau mungkin sapi lokal memang hampir punah, untung ada supply dari luar negeri. Seperti Australia? Wah jangan sampai tuh… nanti sapi lokal Indonesia bisa masuk dalam kategori hewan langka yang dilindungi.

Jadi mungkin ada baiknya kita sama-sama berguru manajemen peternakan sapi pada negeri ‘Kangguru’ (karena kita masih belajar) agar kita bisa seperti mereka.

Maju Peternakan Indonesia!

Semoga lamunan diatas ada manfaatnya.

Read more...

Biaya Produksi dan Rasio Ternak Sapi Perah

Jumat, 08 Januari 2010

Dalam dunia usaha, kita pasti berhubungan dengan angka-angka. Terutama angka yang berpengaruh pada kinerja usaha. Biasanya angka-angka inilah yang bisa membuat anda stress, apalagi kalau banyak angka minus pada laporan keuangan. Wah… pusing!!!

Tapi, mari kita bahas…

Rasio hasil susu:pakan (pendapatan:biaya pakan), BEP, biaya tidak tetap dan biaya tetap adalah beberapa angka yang terus berputar-putar dikepala. Apa sih artinya, bagaimana cara membacanya dan apa yang harus anda lakukan terhadap angka-angka itu? Agar angka-angka itu bisa membantu kinerja peternakan anda menjadi lebih baik, ada syaratnya. Anda harus melakukan pencacatan yang baik.

Rasio hasil susu:pakan biasa digunakan sebagai indikator awal dari laba operasi yang dihitung setiap bulan. Ketika rasio hasil susu:pakan rendah (‹ 2.5), artinya kemungkinan laba yang didapat terbatas/rendah. Ketika rasio tinggi (› 3), artinya operasi menguntungkan.

BEP biasanya berbanding lurus, tinggal hitung semua biaya yang dikeluarkan dalam melakukan suatu kegiatan produksi kemudian hitung diangka berapa harga susu yang sesuai untuk menutupi semua biaya itu. Bila anda merubah tingkat produksi atau biaya pengeluaran, secara langsung akan merubah BEP. BEP selalu berubah mengikuti kondisi proses produksi. Agar usaha ternak sapi anda berjalan dengan baik, maka pendapatan kotor harus lebih besar daripada BEP anda. Kalau tidak… siap-siaplah untuk berhenti memerah sapi.

Biaya tidak tetap adalah biaya yang berubah-ubah menurut aktivitas usaha. Kalau anda mengurangi kapasitas ternak anda, akan didapat pengurangan biaya tidak tetap dari biaya pakan dan upah tenaga kerja yang memelihara sapi. Memotong biaya pakan merupakan penghematan langsung terhadap biaya tidak tetap. Biaya pakan adalah biaya terbesar pada usaha ternak sapi perah. Upah tenaga kerja, listrik dan suply juga termasuk dalam kategori biaya tidak tetap.

Biaya tetap adalah pengeluaran yang harus anda keluarkan dalam rangka menjalankan operasi usaha. Mengupayakan biaya tetap seminimal mungkin merupakan teknik bertahan yang terbaik.

Mengatur biaya merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi peternak. Karena biasanya peternak lebih memilih bekerja dilapangan daripada harus menghitung. Mungkin itu sudah bawaan dasar jiwa peternak. Tapi jangan lupa untuk selalu disiplin dalam membuat pencatatan yang lengkap, perhitungan usaha dan melakukan pemantauan lapangan. Dengan demikian anda akan mampu bertahan, berkembang dan bersaing dengan peternakan sapi perah lainnya. Terutama peternakan luar negeri. Ayo bangkit peternakan sapi perah Indonesia!

Semoga bermanfaat.

Read more...

Sistem Penanganan Ternak. Perlukah?

Kamis, 07 Januari 2010

Terkadang seekor sapi ternak yang jinak pun dapat menjadi hewan yang berbahaya. Terlebih bila anda sedang menangani sapi baru yang belum terbiasa dengan kondisi kandang barunya. Atau bila anda adalah peternak sapi brahman cross hasil import yang tidak pernah kenal dengan kandang. Tentunya akan sangat beresiko. Resiko cedera bagi kedua pihak, manusia dan sapi.

Untuk mengurangi resiko cedera dan menjadikan kerja anda lebih efisien, buatlah sistem penanganan sapi yang baik. Sistem penanganan tersebut harus meliputi keamanan, kesehatan dan kelancaran kerja. Sehingga resiko buruk bagi kedua belah pihak dapat diminimalkan.

Bagaimana cara penanganan ternak agar tidak beresiko besar?
- bagi peternak brahman cross, minimalkan keharusan anda masuk ke dalam kandang untuk melakukan pemeliharaan
- buat alat/ruang yang memisahkan antara anda dan sapi pada saat pemeliharaan
- pastikan anda punya ruang yang cukup untuk melarikan diri
- perlakukan sapi dengan tenang dan lembut
- selalu waspada, waspadalah! :)

Tujuan/keuntungan yang anda dapat dari cara penanganan sapi yang baik adalah :
- Meningkatkan produktivitas
Menangani sapi dengan benar akan mengurangi stress pada sapi sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik. Sediakan peralatan dan perlengkapan yang memadai. Contoh : lantai yang tidak licin dan tidak bersudut tajam, dapat mengurangi kemungkinan cedera seperti patah tulang, memar dan luka sobek yang akan berakibat pada berkurangnya selera makan sapi yang akan berpengaruh juga pada hasil produksi.

- Mengurangi biaya tenaga kerja
Bila anda memiliki fasilitas peralatan dan perlengkapan kerja yang memadai, untuk memelihara sapi dengan jumlah sekitar 10-15 ekor akan dapat anda kerjakan sendiri. Dengan sistem penanganan yang efisien akan memudahkan anda untuk mengatur pergerakan, pemeliharaan dan pemantauan sapi, jadi akan mengurangi tingkat stress pada sapi dan tentunya pada anda juga.

- Meningkatkan keamanan kerja
Sistem penanganan ternak yang baik akan mengurangi resiko anda dari terjangan sapi karena bisa dipastikan bahwa sapi akan bergerak dengan tenang, teratur dan rapi.

- Menjaga kesehatan sapi
Dengan perlakuan yang lembut, pergerakan yang teratur, kemudahan dalam pemeliharaan dan pemantauan, sapi akan terhindar dari resiko cedera serta stress. Maka kesehatan sapi akan terjaga dengan baik dan pada akhirnya dapat memberikan hasil yang memuaskan.

Sekarang terlihat jelas bahwa sistem penanganan ternak yang baik sangat diperlukan. Saya yakin bahwa anda dapat merancangnya sendiri, karena andalah yang paling memahami kondisi kandang sapi anda. Jadi… mulailah pikirkan dan rancang sebuah sistem penanganan yang sesuai dengan kondisi kandang sapi milik anda.  

Semoga bermanfaat.

Read more...

Tantangan Usaha Sapi Potong

Senin, 04 Januari 2010

Peternakan sapi Indonesia masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sebagai negara agraris, hal tersebut sangatlah menyedihkan. Dengan jumlah penduduk yang banyak dan lahan yang luas selayaknya Indonesia dapat berperan sebagai negara pengeksport sapi bukan sebagai negara yang jago mengimport sapi.

Memang kondisi di lapangan tidak akan sesederhana seperti dalam teori. Pada pelaksanaannya pasti akan banyak permasalahan yang akan timbul. Bila permasalahan yang ada sudah diketahui, maka akan mempermudah dalam hal mencari jalan keluar guna menuntaskan masalah yang menghambat. Akan sulit untuk mencari solusi yang tepat bila masalah yang menghambat tersebut belum diketahui dengan jelas.

Berikut adalah beberapa masalah yang perlu kita cari jalan keluarnya karena kerap muncul sehingga menghambat produktivitas peternakan sapi potong.

- Sumberdaya Ternak
Pengembangan ternak sapi lokal yang belum maksimal, dalam hal pengelolaan produksi dan reproduksi sapi potong berpengaruh langsung pada angka perkembangan ternak sapi potong lokal.
- Sumberdaya Manusia
Kurangnya ketertarikan masyarakat untuk terjun menekuni usaha sapi potong. Ketidak tertarikan tersebut dikarenakan diperlukannya modal yang cukup besar, keamanan pembayaran dari pembeli daging (pasar) dan dukungan pemerintah dalam hal bantuan modal kerja dan penyuluhan.
- Sumberdaya Pakan
Ketergantungan pada limbah pertanian menyebabkan pada musim-musim tertentu peternak akan kesulitan mendapatkan pakan hijauan. Mahalnya harga pakan penguat.
- Sumberdaya Lahan
Karena kepadatan penduduk yang tidak merata (di pulau Jawa) menyebabkan keterbatasan lahan untuk peternakan dan penanaman rumput unggul. Sementara permintaan daging yang terbanyak adalah di pulau Jawa.
- Sumberdaya Teknologi
Pemanfaatan teknologi tepat guna yang belum optimal. Berkaitan dengan biaya dan pengetahuan teknis peternak yang kurang menyebabkan minimnya pengaplikasian teknologi budidaya ternak sapi potong.

Dengan diketahuinya permasalahan yang menghambat peternakan sapi potong seperti diatas. Maka sudah selayaknya bila semua unsur terkait yang bergerak di bidang usaha ternak sapi potong turut memikirkan jalan keluar yang terbaik. Bila semua unsur dapat bekerjasama dengan baik, pasti semua masalah yang ada akan dapat dihadapi. Karena dalam berusaha tidak ada masalah, yang ada hanyalah tantangan.

Semoga bermanfaat.

Read more...

Kandang Sapi Sederhana

Sabtu, 19 Desember 2009

Bagi sapi, kandang bagaikan rumah tempat tinggal selama sapi dipelihara di suatu tempat. Kandang adalah tempat yang dapat memberikan perlindungan pada sapi dari segala sesuatu yang merugikan dan membahayakan. Tempat yang dapat melindungi sapi dari panas, hujan, angin dan serangan binatang lain yang berbahaya atau dapat mengancam keselamatan sapi. Selayaknya kandang sapi pun harus dapat memberikan kenyamanan bagi sapi – sapi yang menempatinya. Sehingga dengan merasa aman dan nyaman, sapi akan terhindar dari stress. Karena bila sapi anda mengalami stress sehingga perkembangannya terhambat, saya yakin anda pun akan ikutan stress.
Untuk membangun kandang sapi yang nyaman tentu ada beberapa ketentuan dasar yang perlu diperhatikan dengan baik.

Berikut beberapa ketentuan dalam membangun kandang sapi sederhana :

● Ventilasi
Ventilasi adalah jalan untuk aliran pergantian udara. Dalam membangun kandang sapi, pastikan bahwa kandang yang anda bangun memiliki ventilasi yang baik. Dengan adanya sistem ventilasi yang baik akan memudahkan pergerakan udara kotor dari dalam kandang keluar dan digantikan dengan udara yang baru/segar dari luar.

● Sinar Matahari
Sinar matahari mutlak diperlukan oleh sapi untuk membentuk vitamin D, sebagai desinfektan dan dapat sedikit membakar lemak dibawah kulit. Sinar matahari yang baik bagi kesehatan adalah sampai sekitar jam 09.00 pagi, yang mana belum begitu panas dan banyak mengandung ultra violet.

● Kekeringan Kandang
Usahakan kandang sapi selalu dalam keadaan kering dan bersih agar tidak ada bibit penyakit yang dapat berkembang biak dan menyebar di kandang. Untuk membuat lantai kandang tetap kering, maka pada saat pembangunan lantai kandang harus dibuat agak miring agar air tidak menggenang dan langsung mengalir ke dalam saluran pembuangan. Kemiringan lantai pun harus diperhitungkan agar tidak menyebabkan sapi lergelincir jatuh. Kemiringan yang baik sekitar 10 - 15°.

● Konstruksi dan Bentuk kandang
Untuk konstruksi kandang, gunakanlah bahan yang kuat dan tahan lama sehingga tidak sering mengganti atau memperbaiki kandang. Perlu diingat bahwa sapi adalah mahluk hidup yang mempunyai tenaga cukup besar. Untuk bentuk kandang dapat disesuaikan dengan lokasi yang akan dibangun kandang sapi.

● Keamanan Sapi
Salah satu fungsi dari kandang adalah untuk melindungi sapi dari bahaya yang dapat mengancam keselamatan sapi.

● Ukuran Kandang
Dasar perhitungan kebutuhan ruang kandang untuk satu ekor sapi dengan sistem litter adalah panjang ± 2,25 m dengan lebar ± 1,5 m. Perhitungan ini berdasarkan pandangan keleluasaan ruang gerak sapi dan mempermudah saat pemeliharaan atau pemerahan susu pada kandang sapi perah.

Dengan memperhatikan ketentuan – ketentuan diatas, anda sudah dapat membuat kandang sapi yang aman dan nyaman. Ingat... sapi pun mahluk hidup seperti saya dan anda, mereka pun ingin tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk ditinggali sehingga dapat berkembang dengan pesat guna memberikan keuntungan bagi yang memelihara.

Semoga Bermanfaat.

Read more...

Potensi Ternak Sapi

Dilihat dari potensinya, ternak sapi adalah satu bidang usaha yang sangat menggiurkan dan menjanjikan untuk ditekuni. Apalagi bila dikerjakan secara serius, karena dari usaha beternak sapi itu tidak ada yang terbuang secara percuma. Semua dapat diambil manfaatnya.

Untuk sapi pedaging, hasil utamanya adalah daging sedangkan sapi perah menghasilkan susu. Kedua komoditas tersebut adalah bahan pangan utama bagi manusia. Anda masih ingat slogan 4 sehat, 5 sempurna? Dengan masuknya daging dan susu kedalam unsur bahan pangan utama, maka sudah pasti banyak dibutuhkan. Apalagi berdasarkan data pemerintah kebutuhan daging dan susu Indonesia masih sangat kurang. Jadi jika dilihat dari peluang pasar, usaha ternak sapi pedaging ataupun perah masih sangat terbuka lebar.

Potensi ternak sapi belum selesai sampai disitu, masih ada hasil ikutan ternak. Jangan lupakan hasil ikutan ternak, karena walaupun bukan merupakan komoditas inti tapi masih ada nilai Rupiahnya atau masih laku untuk diuangkan. Dan janganlah anda meremehkan hasil ikutan ternak. Bila dikelola dengan baik, hasil ikutan ternak pun memiliki segmen pasar tersendiri dengan jumlah sangat besar.

Berikut adalah potensi ternak sapi dilihat dari sisi peluang bisnis :

- Daging dan susu
Sudah jelas segmentasinya dan merupakan kebutuhan pangan yang utama.
- Kulit
Komoditas yang bernilai jual tinggi karena merupakan bahan baku utama untuk industri kerajinan kulit.
- Tulang dan darah
Bahan baku utama untuk dibuat tepung tulang dan tepung darah yang diperlukan untuk bahan baku pakan ternak.
- Limbah kotoran sapi
Sekarang kotoran sapi bukan lagi limbah yang menjijikan. Memang bau, tapi kalau sudah jadi uang berubah jadi harum kan? Kotoran sapi diperlukan untuk dijadikan pupuk kandang, apalagi sekarang sudah banyak teknologi biogas yang menggunakan kotoran sapi.

Melihat dari potensi yang ditawarkan oleh usaha ternak sapi, layaklah bila anda mempertimbangkannya sebagai salah satu bidang bisnis untuk ditekuni baik sebagai peternak langsung maupun sebagai investor. Selain berorientasi keuntungan usaha, itung-itung ikut mendukung program ’Ketahanan Pangan’.

Read more...

Mendisiplin Ternak

Kamis, 17 Desember 2009

Disiplin untuk hewan ternak?
Masa sih untuk hewan ternak harus ditanamkan disiplin juga?

Maksudnya begini...
Maksud disiplin adalah selalu tepat dan konsisten pada rencana kerja ataupun jadwal yang sudah ditetapkan. Dengan membina dan membiasakan diri kita disiplin, secara langsung maupun tidak langsung akan tertularkan pada hewan ternak yang kita pelihara.

Point disiplin yang baik untuk diterapkan, diantaranya:

Disiplin Waktu.
Disiplin waktu memberi pakan, waktu memandikan dan waktu memerah. Bila kita sudah menanamkan disiplin pada waktu-waktu tersebut, hewan ternak pun akan mengikuti mendisiplin dirinya sendiri dan juga akan mengingatkan apabila kita tidak disiplin. Hewan ternak akan mulai gelisah bila kita terlambat memberi pakan, memandikan atau memerah susu.

Disiplin Kebersihan.
Tetapkan jadwal rutin untuk membersihkan kandang dan lingkungannya, kemudian tepati jadwal tersebut secara konsisten. Dengan demikian kandang dan lingkungan sekitar akan terawat dan selalu bersih sehingga kesehatan ternak dan peternak pun terjaga dengan baik. Apa kita tega atau enak melihat lingkungan kandang terlihat kotor dan semerawut? Tentu tidak enak bukan? Begitu juga hewan, mereka juga punya perasaan yang sama. Hewan ternak juga mahluk hidup yang punya perasaan, hanya saja rasa dan perasaan mereka memang tidak sepeka kita manusia yang diberi kelebihan dan kemuliaan oleh Sang Maha Pencipta.

Disiplin Pengawasan.
Pengawasan dan pemantauan secara sekasama mutlak diperlukan dalam bidang peternakan. Pengawasan secara mendetail dari awal dan dijalankan secara konsisten akan memberikan dampak yang luar biasa kepada hasil akhir. Dengan pengawasan yang baik, kita akan dapat mengetahui secara tepat apa yang diperlukan dan harus dibenahi untuk memperbaiki hasil produksi akhir. Misal... tanpa pengawasan mungkin kita tidak tahu kalau ternak kita menderita suatu penyakit yang mana harus segera diambil tindakan pengobatan.

Disiplin Pencatatan.
Satu yang tidak kalah pentingnya adalah disiplin dalam mencatat setiap kegiatan dan kejadian. Pencatatan ini meliputi kegiatan fisik dan keuangan. Dengan demikian peternak akan selalu dapat mempelajari kondisi terkini dari usahanya. Kita semua mengharapkan keuntungan dan menghindari kerugian, bukan? Nah rajinlah mencatat setiap kegiatan dan kejadian agar dapat dianalisa ulang.


Salam Peternak!

Semoga Bermanfaat.

Read more...

Penyakit vs Dokter Hewan

Hewan ternak anda ada yang sakit?
Saya yakin, setidaknya anda pernah mengalaminya.
Setiap mahluk yang hidup punya resiko terjangkiti penyakit, begitu pula dengan hewan ternak. Penyakit yang menjangkiti hewan ternak merupakan salah satu hambatan dan kendala yang harus diperhatikan dan diwaspadai.
Karena bila hewan ternak kita terjangkiti penyakit sudah tentu akan berpengaruh pada usaha peternakan kita.

Ya... setidaknya terhambatnya pertumbuhan, kualitas hasil yang tidak sesuai, penurunan produktivitas, bahkan kematian hewan dan yang terparah adalah penularan penyakit tersebut baik pada hewan ternak lain maupun pada manusia.

Oleh karena itu sebaiknya peternak membekali diri dengan pengetahuan tentang penyakit ternak dan cara penanggulangannya. Jadi dapat lebih mewaspadai dan sedikitnya mengerti cara menanggulanginya.
Tapi... untuk lebih amannya, bila anda menemukan hewan ternak anda terjangkit suatu penyakit, segeralah hubungi orang yang lebih ahli.

Siapa? Betul sekali... Dokter/Mantri Hewanlah orang yang tepat.

Karena Dokter/Mantri Hewan sudah dijejali dengan ilmu pengetahuan mengenai hewan dan penyakitnya. Jadi dia tidak akan salah memberikan penanganan pada ternak yang sakit.

Kalau pakai jasa dokter hewan ada biaya tambahan dong...? kan sayang tuh biaya.
Memang begitulah kondisinya, itulah yang disebut dengan hidup bermasyarakat. Hidup saling berdampingan dan saling membutuhkan satu sama lain dalam kondisi yang saling menguntungkan. Untuk jasa atas ilmu dari dokter hewan yang telah memeriksa hewan ternak, tentu ada imbalannya dong. Lagi pula saya rasa tidak seberapa besar bila kita membandingkan dengan kesehatan dan keselamatan hewan ternak kita.

Satu hal lagi... sebagai peternak yang ingin maju, akan lebih baik bila setiap peternak atau kelompok petani peternak menjalin hubungan yang baik dengan dokter/mantri hewan dengan cara sering berkomunikasi dan berkonsultasi. Pengecekan kesehatan ternak secara rutin pun mutlak diperlukan. Karena dengan demikian kesehatan dan produktivitas hewan ternak kita akan dapat dipantau dan diawasi dengan mudah oleh dokter hewan. Lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Bila kesehatan dan produktivitas ternak terjaga dengan baik, kemudian dapat memberikan hasil yang optimal... siapa yang untung? Tentunya peternak, bukan?

Jadi...soal kesehatan ternak, mari kita menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan yang ahli di bidangnya.

Salam Peternak!

Semoga Bermanfaat.

Read more...

Beternak Itu Menyenangkan

Beternak?
Apa itu beternak?
Beternak adalah memelihara, merawat dan mengembangbiakkan hewan ternak (biasanya hewan yang sudah dijinakkan) baik untuk tujuan hobi ataupun komersil. Untuk tujuan hobi biasanya orang atau biasa disebut dengan peternak hanya akan memelihara 1 - 2 ekor hewan ternak saja. Sedangkan untuk tujuan komersil, hewan ternak yang dipelihara biasanya akan dalam jumlah yang lebih banyak sesuai dengan kelas perencanaan dan kemampuan peternak.

Apa benar beternak itu menyenangkan?
Bukannya kita akan direpotkan untuk mengurusi hewan ternak tersebut?
Memang segala sesuatu kegiatan / pekerjaan itu ada konsekuensinya. Misal seorang guru akan disibukkan dengan mengurusi anak didiknya, seorang penulis akan sibuk dengan ide tulisannya, seorang bankir akan disibukkan dengan mengurusi keuangan dan data para nasabahnya. Begitu pula peternak, dituntut untuk mau mengurusi kebutuhan hewan ternaknya. Kuncinya adalah minat dan rasa senang kita sebagai peternak. Dengan minat yang besar dan rasa menyenangi apalagi sampai tumbuh rasa mencintai terhadap apa yang kita lakukan, saya yakin apapun yang kita kerjakan akan terasa menyenangkan.

Alasan lain mengapa beternak itu menyenangkan adalah: dengan beternak kita seakan menyatu dengan alam, kita bisa mendapatkan kepuasan dengan melihat gerak-gerik dan pertumbuhan hewan ternak kita serta memang sudah menjadi sifat dasar manusia untuk menyenangi hewan ternak.
Mungkin untuk para hobiis yangmana dorongan untuk memelihara hewan telah tumbuh dari dalam hatinya akan terasa lebih menyenangkan. Apalagi kalau hobi tersebut dapat menghasilkan keuntungan materi, wow... akan menjadi berlipat gandalah rasa senangnya dan puasnya.

Ibarat bila kita mencintai seseorang, saya rasa kita semua akan dengan suka rela dan senang hati untuk dapat memenuhi semua yang diperlukan oleh orang yang kita cintai. Jadi intinya adalah bila kita telah menyenangi bahkan mencintai apa yang kita kerjakan, apapun yang kita kerjakan akan terasa ringan dan menyenangkan.

Maka dari itu, marilah kita tumbuhkan rasa cinta kita pada bidang peternakan. Semoga dengan demikian akan muncul banyak peternak yang akan menjadi penopang untuk memajukan peternakan di negara kita.

Salam Peternak!

Semoga Bermanfaat.

Read more...

  © Saung Sapi BigBofe 2009 by Ourblogtemplates.com

Back to TOP